Breaking News:

Berita Kubar Terkini

Pemetaan Wilayah ANKT di Kutai Barat Ditargetkan Seluas 86 Ribu Hektare Lebih

Wilayah Kabupaten Kutai Barat menjadi salah satu kawasan penting pemetaan Area Nilai Konservasi Tinggi atau ANKT

Penulis: Zainul | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Kawasan hutan di wilayah Kabupaten Kutai Barat yang dianggap penting dalam upaya pemetaan wilayah Area Nilai Konsevasi Tinggi (ANKT). 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Wilayah Kabupaten Kutai Barat menjadi salah satu kawasan penting pemetaan Area Nilai Konservasi Tinggi atau ANKT oleh pemerintah pusat dan daerah. 

Hal itu dikarenakan wilayah Kutai Barat merupakan salah satu daerah di Kalimantan Timur yang memiliki dataran hutan yang terbilang sangat luas dan masuk dalam kategori bagian daripada "paru-paru" dunia.

Pemerintah Kutai Barat beberapa waktu lalu juga telah membahas pemetaan wilayah ANKT dan mewajibkan seluruh perusahaan tambang dan kelapa sawit untuk melaporkan wilayah ANKT.

Menurut Plt Asisten II Sekdakab, Nopandel mengatakan keberadaan hutan di Kutai Barat sangat perlu dijaga.

Baca juga: Pemkab Bahas Indikatif ANKT di Kubar, Percepat Pembentukan SK Pemetaan Wilayah

Baca juga: Selamatkan 417 Ribu Hektare Area Berhutan di Konsesi Perkebunan, Disbun Kaltim Rampungkan Perda ANKT

Baca juga: Pemkab Bahas Indikatif ANKT di Kutai Barat, Percepat Pembentukan SK Pemetaan Wilayah 

Dan dipertahankan karena hutan menyimpan berbagai manfaat bagi alam maupun manusia.

Bahkan Pemkab Kubar telah berkomitmen menentukan wilayah ANKT seluas 86 ribu hektare lebih.

"Pemerintah Kutai Barat sangat berkomitmen untuk bisa menetapkan ANKT wilayah di Kubar ini seluas 86.658,62 hektare" kata Nopandel, Jumat (26/11/2021).

Seluruh perusahaan pertambangan maupun perkebunan di Kutai Barat juga diwajibkan menyediakan pemertaan kawasan ANKT.

Baca juga: Bupati Kutai Barat FX Yapan Minta Para Camat Berperan Aktif Dalam Pembinaan dan Pengawasan DD/DK

Nopamdel menyebutkan saat ini ANKT yang baru teridentifikasi dari 37 perusahaan di Kutai Barat, baru 15 perusahaan saja yang melaporkan pemetaan ANKT.

Sementara perusahaan yang lainnya hingga kini belum melaporkan. 

Dari 15 perusahaan yang sudah menyampaikan ANKT-nya, luasnya berjumlah 5.152,91 hektare.

"Selebihnya itu mereka belum melapor kepada kita" ujarnya. 

Baca juga: Lembaga Konservasi Orangutan Peduli Penanganan Pandemi Covid-19, Puskesmas di Muara Wahau Dibantu

Pemkab Kubar juga mendorong program pemetaan ANKT segera ditetapkan agar dibuatkan peta indikatifnya.

Sebagai lampiran untuk pembuatan Surat Keputusan (SK) Bupati mengenai wilayah ANKT di Kutai Barat.

Ditargetkan pada bulan Desember 2021, SK ANKT yang berada di areal perusahaan tersebut bisa segera terealisasi. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved