Berita Nunukan Terkini

Bupati Ibrahim Ali Sebut Tana Tidung Siap Jadi Tuan Rumah Iraw Tidung III pada Tahun 2022

Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali menghadiri Iraw Tidung Borneo Bersatu II di Balai Adat Tidung, Kabupaten Nunukan, Sabtu (27/11/2021).

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTARA.COM/FEBRIANUS FELIS
Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali. Ia menyampaikan dirinya akan selalu menyempatkan waktu demi menjaga silaturahmi warga rumpun Tidung di Kalimantan Utara. TRIBUNKALTARA.COM/FEBRIANUS FELIS 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Bupati Tana Tidung, Ibrahim Ali menghadiri Iraw Tidung Borneo Bersatu II di Balai Adat Tidung, Kabupaten Nunukan, Sabtu (27/11/2021).

Tak hanya itu, Ibrahim Ali sebagai representasi pemimpin muda dari suku Tidung dipercayakan untuk membuka kegiatan seremonial Iraw dengan memukul gong sebanyak lima kali.

Usai seremonial Iraw, Ibrahim Ali menyampaikan dirinya akan selalu menyempatkan waktu demi menjaga silaturahmi warga rumpun Tidung di Kalimantan Utara.

"Yang harus diketahui bahwa di Kaltara ini, suku aslinya ya Tidung. Warga Tidung tersebar di lima kabupaten/kota di Kaltara. Bahkan, masyarakat adat suku Tidung juga merupakan suku asli di empat negara serumpun yaitu, Indonesia, Malaysia, Fhilipina dan Brunei Darussalam," kata Ibrahim Ali kepada TribunKaltara.com, Sabtu (27/11/2021).

Dia berharap kegiatan Iraw Tidung ini terus berlanjut dari tahun ke tahun.

Baca juga: Perhelatan Iraw Tidung di Nunukan Dihadiri Perwakilan Etnis 3 Negara Tetangga

Baca juga: Bupati Tana Tidung Ibrahim Ali Prioritaskan Pembangunan Pusat Pemerintahan

Bahkan, Ibrahim Ali menyebut tahun 2022 mendatang, Kabupaten Tana Tidung (KTT) siap menjadi tuan rumah Iraw Tidung Borneo Bersatu III.

"Insya Allah tahun 2022, Kabupaten Tana Tidung jadi tuan rumah untuk Iraw. Kami nanti akan bicara konsep Iraw secara garis besar, bagaimana kegiatan Iraw dapat berlangsung secara bergantian di lima kabupaten/kota di Kaltara," ucapnya.

Menurut Ibrahim Ali, ada tiga desa di KTT yang terlibat dalam meramaikan kegiatan Iraw Tidung kali ini.

"Ada tiga desa dari KTT juga ikut terlibat dalam meramaikan Iraw kali ini. Selain itu, ketua adat kami juga hadir di sini," ujarnya.

Orang nomor satu di KTT itu pada Iraw kali ini diminta untuk memberikan materi tentang peran pemuda di perbatasan dalam menjaga kelestarian adat dan budaya.

"Materinya lebih kepada memotivasi adik-adik kita agar bisa sadar akan pentingnya sebuah kekompakan. Jangan sudah terpecah-belah baru menyadari arti sebuah kebersamaan," tuturnya.

Baca juga: Peluang Kerja Sama Malinau dan KTT, Bupati Ibrahim Ali Lirik Potensi Transportasi Lintas Kabupaten

Ibrahim Ali mengaku sangat memegang teguh prinsip man jadda wajada, yang artinya siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan menemukan. Dengan kata lain siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil.

"Semua orang punya kesempatan yang sama, tapi kembali kepada pribadi masing-masing. Kita harus memiliki motivasi dan keyakinan. Siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia mendapatkan hasilnya. Man jadda wajada," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved