Breaking News:

Pernik

Koleksi 150 Senjata Tajam Pusaka, Mardiono Sebut Barang Antik Ini Murni Seni dan Tanpa Klenik

Koleksi 150 senjata tajam pusaka, Mardiono sebut barang antik ini murni seni dan tanpa klenik.

Penulis: Nevrianto | Editor: Trinilo Umardini
TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Koleksi 150 senjata tajam pusaka, Mardiono sebut barang antik ini murni seni dan tanpa klenik. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Koleksi 150 senjata tajam pusaka, Mardiono sebut barang antik ini murni seni dan tanpa klenik.

Mardiono, karyawan swasta, warga Gang 11 Jalan Wahidin Sudiro Husodo Samarinda Ulu Mardiono menilai silaturahmi adalah bagian dari seni kehidupan.

Hal itu dibuktikannya dengan mengisi hari dengan mengoleksi 150 senjata tajam alias pusaka di rumah kontrakannya.

Koleksi pusaka menurun dari almarhum sang ayah dijalankan dengan baik.

Ayah Mardiono mengoleksi keris dalam jumlah banyak diteruskan oleh Mardiono lebih dari 4 tahun silàm dan koleksinya bertambah banyak mulai dari pusaka mandau khas Dayak Benoa, Dayak Kenyah, Tunjung, dan Dayak Bahau. Pisau Zambia yakni pisau khas Arab, parang sinangke khas Sulawesi, parang gumma dari Kabupaten Kaeli Sulawesi. Parang Lais, Parang Bungkul, Celurit, sejumlah golok.

Kemudian jenis pedang mulai dari katana khas Jepang, pok yam yakni pedang cina, pedang arab mulai dari pedang mirip digunakan sahabat Nabi Muhammad, yakni Salahuddin Al Ayubi atau juga pedang Zulfikar.

Mardiono mengoleksi lebih dari 150 senjata tajam pusaka. Sebagian merupakan koleksi pribadi, sebagian dijual kepada sesama kolektor pusaka.
Mardiono mengoleksi lebih dari 150 senjata tajam pusaka. Sebagian merupakan koleksi pribadi, sebagian dijual kepada sesama kolektor pusaka. (TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)

Pedang khas Lombok provinsi NTB, pedang gajah mungkur, pedang Suduk Maru dari Jawa maupun Pedang Naga Puspa dari Jawa juga Pedang Kodang.

Sedangkan untuk jenis pisau ada kerambit yakni pisau yang dipakai Iko Uwais, dari provinsi Sumatera Barat dan sudah laris. Adapula beberapa tombak dan sumpit. Sempat pula punya panahan yang sudah terjual.

Sejak sang ayah yang menjadi kolektor pusaka, hingga kini tercatat sudah hampir 2.000 pusaka terbeli berdasarkan resi yang tersimpan rapi. Dari Aceh, Pulau Jawa, Sulawesi, Lombok, dan NTB.

Untuk pembelian sejumlah peminat pusaka bukti pengiriman sampai Papua, Malaysia, Aceh, Medan Kendari, Riu. Paling sering juga yakni dari kawasan Badak Bontang, serta Kabupaten Berau.

Mardiono mengoleksi lebih dari 150 senjata tajam pusaka. Sebagian merupakan koleksi pribadi, sebagian dijual kepada sesama kolektor pusaka.
Mardiono mengoleksi lebih dari 150 senjata tajam pusaka. Sebagian merupakan koleksi pribadi, sebagian dijual kepada sesama kolektor pusaka. (TRIBUN KALTIM/NEVRIANTO HARDI PRASETYO)
Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved