Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Beberapa SPBU di Balikpapan Terlihat Antrean Panjang Truk, Berdampak Kemacetan Lalu-lintas

Beberapa titik SPBU di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, terpantau adanya antrian panjang truk-truk yang kemudian akibatkan kemacetan

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN
Antrian pembeli solar subsidi di salah satu SPBU di Balikpapan, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Beberapa titik SPBU di Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur, terpantau adanya antrean panjang truk-truk yang kemudian akibatkan kemacetan arus lalu-lintas. 

Sebut saja SPBU di kawasan Jalan Mayjend Sutoyo, Klandasan Ilir, Balikpapan Kota dan Jalan Soekarno Hatta, Karang Joang, Balikpapan Utara yang memang menyediakan solar subsidi.

Namun penumpukan kendaraan diesel di wilayah dalam kota, memang hasil upaya pengalihan dari antrean dalam kota. Kemudian diarahkan ke Kilo 15, Karang Joang.

Sehingga juga menyebabkan antrean disana.

Baca juga: Jalan Poros Sangatta-Bengalon Kutai Timur Rusak, Arus Lalu-lintas Macet 17 Jam

Baca juga: Kecelakaan Maut di Karang Joang Balikpapan, Truk vs Sepeda Motor Adu Banteng, Warga Kukar Meninggal

Baca juga: Penutupan Jembatan Mahkota Dua Samarinda Timbulkan Kemacetan, Walikota Andi Harun Beber Solusinya

"Jadi ketika mungkin BBM-nya habis, mereka akan stuck disana mengantri. Apalagi jam kan juga dibatasi," jelas Kasat Lantas Polresta Balikpapan, AKP Retno Ariani, Minggu (28/11/2021).

Karenanya, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan SPBU agar para pengantri tidak mengantri di badan jalan. Karena dikhawatirkan akan menimbulkan kemacetan.

D isamping itu, jika suplai solar subsidi di SPBU sudah habis, pengantri diimbau agar membubarkan diri. Dan diperkenankan mengantri kembali jika suplai solar sudah ada.

Salah satunya, langkah dari SPBU, ialah pemberian kupon untuk membatasi antrean.

Baca juga: Antisipasi Kelangkaan BBM, Pemkab Perketat Aturan dan Pengawasan Distribusi BBM di SPBU dan APMS 

"Kalau sudah habis ya sudah jangan stay disana. Karena kebanyakan kan mereka nginep mobilnya, supaya kebagian solar," ulasnya.

Namun rupanya, upaya tersebut tak cukup efektif. Sehingga antrean yang mengular tetap masih menjadi polemik tersendiri.

Pasalnya, ia mengaku seringkali kebingungan dalam menangani antrean tersebut. Beberapa kendaraan yang mengantri, tanpa supir. Sehingga perlu ada upaya khusus. Kata dia, salah satunya berupa tilang.

Disamping itu, ia mengklaim sudah berkoordinasi dengan pihak Pertamina sendiri untuk membangun SPBU yang khusus menangani penjualan solar subsidi.

"Nanti di Kilo 13 atau 23 itu ada dibuat satu SPBU khusus untuk bbm solar. Jadi diarahkan semua kesana supaya tidak terjadi kemacetan di kota," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved