Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Walikota Balikpapan Rahmad Masud Larang ASN Cuti saat Nataru, Kepala Dinas Dipantau 24 Jam

Walikota Balikpapan Rahmad Masud meminta agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemkot mematuhi kebijakan pemerintah.

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah Kota Balikpapan. Mereka dilarang mengambil cuti saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Walikota Balikpapan Rahmad Masud meminta agar Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemkot mematuhi kebijakan pemerintah.

Kebijakan tersebut berkaitan dengan larangan cuti ASN pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) akhir Desember mendatang.

“Akan diabsen, terutama kepala dinas yang suka jalan-jalan itu akan dipantau 24 jam,” ujar Rahmad Masud, Rabu (1/12/2021)

Diketahui, kebijakan itu sebelumnya telah diumumkan melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Tjahjo Kumolo.

Pemerintah pusat telah melarang ASN untuk mengambil cuti dan bepergian keluar daerah selama periode 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Baca juga: Antisipasi Virus Omicron, Gubernur Kaltim Isran Noor Larang ASN Cuti Saat Libur Natal dan Tahun Baru

Baca juga: Jelang Libur Natal, Tak Hanya ASN, Wawali Bontang Ingatkan TNI-Polri Kurangi Mobilitas ke Luar Kota

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dan penanggulangan Covid-19 yang berpotensi meningkat dikarenakan perjalanan orang selama Nataru.

Adapun kebijakannya tertuang dalam Surat Edaran Menteri PANRB No. 26/2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah.

Dan/atau Cuti bagi Pegawai ASN Selama Periode Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Peraturan ini dibuat sebagai tindak lanjut Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 62/2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022.

Maka itu, Walikota Balikpapan Rahmad Masud juga meminta agar ASN tidak berpergian ke luar daerah saat libur Nataru, jika tidak mendesak.

“Kecuali kalau urgen ada berita duka diizinkan. Jumlah ASN kita seluruhnya ada 6.000-an,” ucap Rahmad Masud.

Baca juga: Libur Natal dan Tahun Baru 2022, Larangan Cuti bagi ASN & Karyawan Swasta serta Aturan PPKM Level 3

Kendati demikian, larangan cuti tersebut dikecualikan bagi ASN yang cuti melahirkan dan cuti sakit bagi PN maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Selain itu, cuti karena alasan penting juga diperbolehkan bagi PNS. Namun, pemberian cuti harus dilakukan secara akuntabel, yakni sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam PP No. 11/2017 tentang Manajemen PNS sebagaimana diubah dengan PP No. 17/2020, dan PP No. 49/2018 tentang Manajemen PPPK. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved