Breaking News:

Berita Balikpapan Terkini

Plus Minus Layanan Keuangan Digital Paylater

Layanan keuangan digital semakin menyebar di Indonesia. Salah satu layanan keuangan digital yang saat ini mencuat di tengah masyarakat adalah PayLater

Penulis: Aneke Pratiwi | Editor: Rahmad Taufiq
IST/NET
Ilustrasi penggunaan PayLater saat berbelanja secara online. IST/NET 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Layanan keuangan digital semakin menyebar di Indonesia. Salah satu layanan keuangan digital yang saat ini mencuat di tengah masyarakat adalah PayLater.

PayLater sendiri merupakan pinjaman cicilan tanpa kartu kredit yang memberikan penundaan pembayaran, tidak perlu bayar sekarang dan bisa bayar nanti secara mencicil.

Namun, paylater berbeda dengan pinjaman online. PayLater hanya memberikan dana namun tidak bisa memperoleh uang tunai.

Ini hanya menjadi opsi di marketplace untuk melakukan transaksi tertentu.

Masyarakat Indonesiapun termasuk di Kota Kalimantan banyak yang sudah menggunakan paylater. Apalagi pelaku usaha online.

Baca juga: IPOT EZ Manjakan Investor Pemula Sesimpel Belanja Online

Baca juga: Baru Pertama Kali Belanja Online, Berikut ini Tipsnya Agar Tidak Tertipu, Bisa Periksa Ulasan Produk

Pasalnya, dari segi bisnis Paylater menjadi opsi bagi pelaku usaha untuk mencari barang dan jasa tanpa perlu memikirkan biaya di awal.

“Lebih mempermudah sih, apalagi kadang mau nambah stok jualan tapi uangnya belum cukup,” ungkap Nensi, salah satu pelaku usaha online di Balikpapan, Kamis (2/12/2021) pagi.

Dia menambahkan Paylater ini membantu dan dapat dijadikan alternatif untuk pembelian barang yang menunjang bisnis, bahkan membeli barang yang bisa dijual kembali sebagai alternatif untuk mengatur kas atau menambah potensi bisnis untuk memperoleh penghasilan lebih baik.

Kendati demikian, menurutnya PayLater memiliki kekurangan yang cukup memberatkan.

“Masalahnya ada batasan limit. Jadi kadang harus pakai banyak aplikasi. Bunganya pun lumayan tinggi,” tambahnya.

Oleh karenanya masyarakat diminta untuk lebih selektif dalam memilih pinjaman dan mengurangi perilaku konsumtif. Masyarakat juga perlu berhati-hati dengan denda apabila terlambat dalam membayar cicilan.

Baca juga: Injak Usia Lima Tahun, Ruparupa.Com Belanja Online yang Terhubung 350 Jaringan Toko Offline

Ia berharap agar masyarakat yang juga menggunakan PayLater membatasi jumlah pinjaman di paylater sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan membayar utang serta perlu memahami syarat dan ketentuan yang diberlakukan oleh pemberi layanan PayLater. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved