Breaking News:

Berita Paser Terkini

Ungkap Beberapa Isu Strategis, dr Fahmi Sebut Indeks Pembangunan Manusia di Paser Relatif Tertinggal

Ada beberapa isu strategis yang perlu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Paser saat ini, utamanya pada bidang infrastruktur.

TRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM
Bupati Paser dr Fahmi Fadli saat memberikan sambutan pada pengambilan sumpah dan janji 150 PNS di jajaran Pemkab Paser, yang berlangsung di Gedung Awa Mangkuruku, Kecamatan Tanah Grogot, Kamis (2/12/2021).┬áTRIBUNKALTIM.CO/SYAIFULLAH IBRAHIM 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER - Ada beberapa isu strategis yang perlu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Paser saat ini, utamanya pada bidang infrastruktur.

Hal itu dikatakan Bupati Paser dr Fahmi Fadli saat memberikan sambutan pada pengambilan sumpah dan janji 150 PNS di Gedung Awa Mangkuruku, Kecamatan Tanah Grogot, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Kamis (2/12/2021).

Adanya ketimpangan pembangunan infrastruktur antar wilayah di Kabupaten Paser berdampak pada terjadinya kesenjangan pertumbuhan ekonomi antar wilayah dan belum meratanya kesejahteraan masyarakat.

"Pada bidang pembangunan sumber daya manusia, indeks pembangunan manusia (IPM), menunjukkan bahwa Paser masih relatif tertinggal dibandingkan dengan rata-rata kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Timur dengan pertumbuhan yang cenderung melambat," ungkap Fahmi.

Lambatnya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Paser dapat di identifikasi dari 3 komponen pembentuk IPM, di antaranya aspek pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat.

Baca juga: Tenaga Dokter Sangat Terbatas di Nunukan, Pengaruhi Nilai IPM Paling Rendah se-Kaltara

Baca juga: Indeks Pembangunan Manusia Balikpapan 2019 Meningkat dari Tahun Sebelumnya

Baca juga: Demi Tujuan Paser MAS, Bupati Fahmi Fadli Ingatkan OPD untuk Identifikasi Manajemen Risiko

"Hingga saat ini teridentifikasi bahwa kualitas pendidikan di Paser masih rendah, demikian juga dengan kualitas kesehatan masyarakat yang masih rendah," kata Bupati Paser.

Kemudian, lanjut Fahmi, daya beli juga masih rendah, yang dapat diidentifikasi dari masih banyaknya permasalahan sosial dalam masyarakat yang menyebabkan angka kemiskinan yang tinggi.

Selain itu, pada bidang tata kelola pemerintahan, di Kabupaten Paser penyelenggaraan pemerintahan juga masih belum optimal.

Menurutnya, ada beberapa aspek yang menyebabkan hal tersebut, yang mengacu pada rendahnya akuntabilitas kinerja pemerintah daerah.

"Pengembangan e-government belum sepenuhnya diterapkan dan belum mengarah pada smart governance, belum optimalnya pelayanan publik serta pengelolaan potensi rawan konflik dan trantibum yang juga belum optimal," urai Bupati Paser.

Baca juga: Paser Masuk 3 Besar Lomba Pembangunan, Kedatangan Tim Verifikasi dari Pemprov Kaltim

Berikaitan dengan smart city, Kabupaten Paser telah terpilih sebagai salah satu daerah percontohan untuk implementasi program ini, bagi kabupaten/kota dalam gerakan menuju 100 kota smart city.

Sementara pada bidang ekonomi, Kabupaten Paser memiliki kekuatan untuk dapat dikembangkan.

"Ada potensi obyek wisata yang kita miliki, kemudian tingginya produksi CPO, Perkebunan kelapa sawit yang luas, sumber daya alam untuk tanaman pangan, peternakan dan perikanan juga pelabuhan atau dermaga laut," pungkas Fahmi.

Terhadap isu-isu yang ada, Bupati Paser menginginkan agar 150 PNS yang baru dilantik ini dapat memperoleh gambaran dan melakukan pemetaan, untuk dilakukan kedepannya berdasarkan bidang masing-masing. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved