Senin, 4 Mei 2026

Kenapa Gunung Bisa Meletus? Inilah Proses Lengkap Keluarnya Magma dari Perut Bumi

Kenapa gunung bisa meletus? simak ulasan seputar proses keluarnya magma dari perut bumi.

Tayang:
Editor: Doan Pardede
IST
AWAN PANAS - Rentetan guguran lava dan luncuran awan panas Merapi terjadi sepanjang Rabu (27/1/2021) sejak dini hari hingga sekitar pukul 08.30 saat foto-foto ini dibuat. 

TRIBUNKALTIM.CO - Sudah tahu kenapa gunung bisa meletus? simak ulasan seputar proses keluarnya magma dari perut bumi.

Tahukah teman-teman bahwa saat terjadinya gunung meletus, gunung akan mengeluarkan lava pijar, bebatuan, abu, dan awan panas.

Lava adalah campuran batuan cair yang berpijar yang berada di atas permukaan bumi.

Jika lava masih berada dalam perut bumi, maka disebut dengan magma.

Baca juga: Salah Satunya Ternyata Indonesia, Inilah 4 Negara dengan Jumlah Gunung Berapi Terbanyak di Dunia

Baca juga: Semut Paling Unik! Inilah Hewan yang Bisa Mendeteksi Bencana Alam, Termasuk Gempa Bumi & Tsunami

Baca juga: Inilah Gunung Berapi yang Disebut-sebut Terkecil di Dunia, Lihat Betapa Kecilnya Dibandingkan Semeru

Magma adalah batuan cair yang berasal dari ruang dalam kerak bumi.

Di dalam perut bumi, magma dapat bergerak yang dipengaruhi oleh tingginya suhu dan kandungan gas.

Magma yang terdapat di perut bumi bisa naik ke permukaan bumi karena terdorong gas bertekanan tinggi.

Gas bertekanan tinggi ini kemudian akan mendorong magma sedikit demi sedikit ke permukaan bumi.

Hingga pada akhirnya, magma dan gas akan keluar ke permukaan bumi.

Simak ulasannya seperti dilansir Bobo.id di artikel berjudulInilah Proses Magma Keluar dari Perut Bumi dan Sebabkan Gunung Meletus.

Proses Gunung Meletus

Tekanan gas yang menyebabkan magma keluar ini menyebabkan erupsi di permukaan bumi.

Erupsi adalah proses keluarnya magma dan gas dari perut bumi melalui gunung berapi.

Magma yang telah keluar di permukaan bumi ini disebut dengan lava.

Erupsi pun dibagi menjadi dua tipe, yakni erupsi letusan yang ditandai menyemburnya lava dan gas dengan ledakan.

Erupsi non-letusan ditandai dengan lava yang keluar dari kawah gunung tanpa disertai letusan atau ledakan.

Baca juga: Dimulai Sejak 1818, Sejarah Panjang Letusan Gunung Semeru, Durasi Terpanjang Terjadi pada 1941-1942

Akibat dari Gunung Meletus

Walaupun fenomena gunung meletus ini adalah fenomena yang umum terjadi.

Tapi proses letusan gunung tentunya membuat semua orang panik dan takut, ya teman-teman.

Selama letusan gunung terjadi, lava pijar dari gunung biasanya akan menyebabkan kebakaran hebat.

Gas bertekanan tinggi yang keluar juga sangat berbahaya. Sebab gas itu memiliki suhu lebih dari 1000 derajat Celcius.

Sekadar perbandingan, air mendidih memiliki suhu 100 derajat Celcius.

Tangan kita pun melepuh jika terkena air panas.

Oleh sebab itu, gas erupsi gunung ini sangatlah berbahaya bagi makhluk hidup.

Apa Bedanya Erupsi dan Meletus?

Sebelumnya, kita cari tahu dulu apa itu erupsi.

Erupsi adalah proses pelepasan material dari gunung berapi. Material ini bisa dalam bentuk lava, gas, abu, dan lain-lain.

Material ini nantinya akan dilepaskan ke atmosfer atau ke permukaan bumi dalam jumlah tidak menentu.

Erupsi terjadi karena adanya pergerakan magma dari dalam perut bumi.

Pergerakan magma disebabkan oleh kuatnya tekanan gas dari dalam perut bumi yang secara terus menerus hingga mendorong magma untuk keluar.

Baca juga: MAMPU Mampu Deteksi Gempa & buat Pemiliknya Makin Sehat, 10 Fakta Unik Kucing yang Jarang Diketahui

Lalu, apa bedanya erupsi dengan meletus?

Sebenarnya, erupsi dan meletus memiliki arti yang sama. Namun, istilah gunung meletus ini lebih sering dikaitkan dengan erupsi eksplosif.

Apa itu erupsi eksplosif yang sering dikaitkan dengan gunung meletus? Kita cari tahu dulu macam-macam erupsi, yuk!

Macam-Macam Erupsi

Terdapat dua macam erupsi gunung berapi.

1. Erupsi Eksplosif

Jenis erupsi ini ditandai dengan suara dentuman yang keras.

Magma dan material lain keluar dari perut bumi disertai dengan dentuman yang kuat sehingga suaranya juga begitu nyaring.

Erupsi jenis ini pernah terjadi pada Gunung Krakatau hingga menimbulkan banyak sekali korban jiwa.

Karena mengeluarkan dentuman inilah, biasanya erupsi jenis ini yang sering dikaitkan dengan istilah gunung meletus.

2. Erupsi Efusif

Jenis erupsi ini ditandai dengan keluarnya magma dalam bentuk lelehan lava.

Perbedaan dengan erupsi eksplosif adalah tekanan gas tidak begitu kuat, sehingga magma keluar dalam bentuk aliran lava hingga ke lereng gunung.

Suara yang ditimbulkanpun tidak terlalu nyaring.

Itulah bedanya erupsi dan meletus yang bisa terjadi pada gunung berapi. Kedua memiliki arti yang sama.(*)

 

Sumber: Bobo
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved