Opini

Pecah Rekor! Kepercayaan Publik ke Polri Tertinggi Terjadi pada Masa Pandemi

PRESTASI luar biasa ditorehkan keluarga besar Bhayangkara, saat masyarakat Indonesia, bahkan dunia menghadapi masa pandemi Covid-19.

Penulis: Sumarsono | Editor: Mathias Masan Ola
instagram resminya @kepalakepolisian_ri
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo membeberkan nama 8 polisi di Indonesia yang membuat bangga korps Bhayangkara. instagram resminya @kepalakepolisian_ri 

OIeh: Sumarsono
Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Kalimantan Timur

PRESTASI luar biasa ditorehkan keluarga besar Bhayangkara, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang terjadi saat masyarakat Indonesia, bahkan dunia menghadapi masa pandemi Covid-19.

Pecah rekor, dari hasil survei Indikator Politik Indonesia, terungkap tingkat kepercayaan public (masyarakat) terhadap Polri tahun ini mencapai 80,2 persen atau tertinggi selama satu dekade terakhir.

Pencapaian ini tentu berkat kinerja yang luar biasa dari jajaran Polri mulai tingkat paling bawah hingga petinggi Polri di bawah komando, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi seperti dikutip dari Antara.com, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri hingga menyentuh angka 80,2 persen mengalahkan lembaga penegak hukum lainnya, termasuk lembaga antikorupsi, KPK.

Sebelumnya, tingkat kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum selalu menempatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di posisi pertama. Tren itu terjadi sejak 2014 hingga 2018.

Selama kurun 10 tahun terakhir atau satu dekade, tingkat kepuasan publik terhadap Polri dari data Indikator Politik Indonesia, yakni 2014 sebesar 57,5 persen, 2015 sebesar 68,6 persen.

Kemudian, terus meningkat pada 2016 mencapai 73,2 persen, 2017 sebesar 76,5 persen, 2018 sebesar 79,8 persen, 2019 sebesar 80 persen.

Dan tahun 2020 kembali turun ke angka 72 persen, namun melonjak naik pada 2021 ke angka 80,2 persen.

Artinya, capaian kepercayaan publik terhadap korps Bhayangkara di bawah pimpinan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo tertinggi selama satu dekade terakhir.

Masyarakat Puas Kinerja Polri di Tengah Pandemi

Menariknya, kepercayaan publik justru meningkat tinggi di masa pandemi.

Masih menurut Direktur Eksekutif Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi, sebagian besar masyarakat merasa puas atas kinerja Polri dalam membantu penanganan pandemi Covid-19.

Tingkat kepuasan publik kepada Polisi dalam membantu pelaksanaan penanganan pandemi Covid-19 tercatat sebesar 82,6 persen.

Mayoritas publik juga percaya kepolisian dan TNI dalam menjaga keamanan selama wabah Covid-19 berlangsung, yakni mencapai 81 persen.

Seperti diketahui, di masa pandemi Covid-19, Polri dan TNI turun langsung membantu pemerintah dalam menangani pandemi, baik itu berupa program vaksinasi, pengamanan PPKM, hingga ikut membantu masyarakat terdampak.

Melalui ‘Gerakan Serbu Vaksin’, masyarakat yang sempat ragu mengikuti vaksin pun menjadi lebih percaya untuk ikut dan mau divaksin.

Indikator Politik Indonesia melakukan survei secara tatap muka pada 2 hingga 6 November 2021. Penarikan sampel dilakukan dengan metode "multistage random sampling" dengan jumlah responden mencapai 2.020 orang.

Survei tersebut memiliki "margin of error" sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sebagai tambahan, pada survei tersebut juga diketahui kondisi penegakan hukum nasional. Hasilnya, sebanyak 3,2 persen masyarakat menilai sangat baik, 39,9 persen menjawab baik.

Kemudian, sebanyak 31,4 persen responden menjawab sedang, buruk 19,4 persen, sangat buruk 2,7 dan tidak tahu atau tidak menjawab sebanyak 3,2 persen.

Program Polri Presisi Tingkatkan Kepercayaan Masyarakat

Gebrakan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melalui program Polri Presisi mampu meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap kinerja Polri.

Hasil survei Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi), membuktikan 84,2 persen masyarakat mengaku puas atas program Presisi Kapolri, dan 82,9 persen puas terhadap pelayanan Polri.

Polri Presisi, yakni Prediktif, Responsibilitas, Transparan Berkeadilan merupakan Program Polri yang disampaikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menjalani fit and propertest di hadapan DPR RI.

Dalam kamus bahasa Indonesia, Presisi memiliki arti ketepatan dan ketelitian.

Menggunakan kata Presisi, diharapkan Polri bertransformasi menjadi lembaga yang mengedepankan ketepatan memberikan pelayanan dan ketelitian dalam melakukan tindakan.

Dilihat dari perubahan kultur di jajaran Polri yang menitikberatkan pada pelayanan, masyarakat akan merasa bahwa penegakan hukum tak hanya tajam ke bawah.

Dari konsep Presisi ini, memiliki setiap poinnya menjadi impian dan harapan masyarakat kepada institusi Polri.

Konsep pertama, Prediktif. Polri akan mengedepankan kemampuannya mempredikisi situasi dan kondisi.

Menganalisis isu dan permasalahan yang berpotensi menjadi gangguan keamanan masyarakat.

Kedua, Responsibilitas. Kepolisian memiliki rasa tanggung jawab yang diwujudkan dalam ucapan, sikap, perilaku, dan responsif dalam melaksanakan tugas yang dilakukan.

Bertujuan untuk secara keseluruhan ditujukan untuk menjamin kepentingan dan harapan masyarakat dalam menciptakan keamanan.

Ketiga, konsep transparansi berkeadilan. Konsep dimana kepolisian akan terealisasi dari prinsip, cara berpikir, dan sistem yang terbuka, akuntabel, dan humanis.

Sehingga pelaksanana tugas-tugas kepolisian akan dapat menjamin keamanan dan rasa keadilan masyarakat.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR RI menyampaikan 15 aplikasi layanan publik berbasis teknologi informasi yang dimiliki Polri dapat diakses masyarakat semudah memesan makanan pizza.

15 Aplikasi pelayanan publik dengan 'online system' dan 'delivery system' meliputi SIM Internasional online, SIM Nasional Presisi (SINAR), Ujian Teori SIM online (EAVIS), E-PPSI (Elektronik Pemeriksaan Psikologi), E-Rikkes (Elektronik Pemeriksaan Kesehatan), dan BOS (Binmas Online Sistem).

Selanjutnya Polri TV Radio, Samsat Digital Nasional (SIGNAL), SKCK online, Pelayanan Masyarakat SPKT, Aduan SPKT, SP2HP online, Patrolisiber.id, Dumas Presisi, dan Propam Presisi.

Saat ini, Polri juga telah menyediakan nomor tunggal layanan 'Hotline' 110 untuk masyarakat yang kapan dan siapa pun membutuhkan bantuan dari aparat kepolisian.

Hotline layanan tersebut dapat digunakan sebagai sarana kontrol pimpinan dalam menilai kinerja satuan di bawahnya.

Berkat Program Polri Presisi yang dijabarkan dengan berbagai peningkatan layanan masyarakat, tak salah jika public/ masyarakat makin cinta dan puas dengan kinerja Polri. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved