Berita Malinau Terkini

Pembelajaran Daring Bisa Picu Gangguan Mental, Siswa Cenderung Menyendiri dan Alami Kecemasan

Pihak Pemprov Kaltara terus mendorong agar pentingnya kesehatan mental dapat terus didorong dan disebarluaskan. Dalam acara yang digelar oleh Dinkes

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI
Wakil Gubernur Kaltara, Yansen Tipa Padan. Ia meminta agar pegawai di lingkungan Pemprov Kaltara dapat menyebarkan energi positif ke masyarakat. TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Pihak Pemprov Kaltara terus mendorong agar pentingnya kesehatan mental dapat terus didorong dan disebarluaskan.

Dalam acara yang digelar oleh Dinkes Kaltara dalam memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia, Wakil Gubernur Kaltara Yansen Tipa Padan meminta, agar pegawai di lingkungan Pemprov Kaltara dapat menyebarkan energi positif ke masyarakat.

Menurutnya lingkungan yang positif juga berdampak pada kondisi kesehatan mental.

"Acara ini adalah salah satu upaya kita menciptakan kehidupan yang sehat, khususnya kesehatan mental, jadi masyarakat harus memahami pentingnya kesehatan mental," kata Yansen Tipa Padan, Kamis (9/12/2021).

"Kita dari Pemda juga terus mendorong adanya energi positif, semangat, kerja sama toleransi, jadi kondisi yang positif itu terkait juga dengan kesehatan mental," tambahnya.

Baca juga: NEWS VIDEO Hari Kesehatan Mental Dunia, Psikiater Ingin Patahkan Stigma Tentang Gangguan Psikiatri

Baca juga: Peringati Hari Kesehatan Mental Dunia, Masyarakat Diharapkan Buang Stigma Mengenai Gangguan Kejiwaan

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Dinkes Kaltara Usman.

Ia menilai kondisi pandemi Covid-19 cukup banyak berkontribusi pada meningkatnya gangguan kesehatan mental.

Karenanya ia meminta agar kesadaran akan kesehatan mental terus disebarluaskan kepada masyarakat.

"Ini menjadi sangat penting apalagi di masa pandemi ini, terjadi peningkatan kasus, juga berpengaruh pada kesehatan mental dan kontribusinya itu hampir 60 persen, dan itu terjadi di semua lini dari pasien hingga Nakes," kata Usman.

Dalam acara tersebut juga digelar talkshow terkait kesehatan mental yang diisi oleh pakar psikologi dan dokter spesialis jiwa dari RSUD Soemarno Sosroatmodjo.

Para peserta pun terdiri dari siswa-siswi SMA, mahasiswa serta para guru bimbingan konseling di beberapa SMA di Tanjung Selor.

Saat acara tanya jawab, salah satu siswi SMA yang turut hadir, yakni Rika, mengaku mengalami perubahan pada sikap dan perasaannya selama masa pandemi.

Baca juga: Pasien Covid-19 Rentan Alami Gangguan Kejiwaan, TP KJM di Malinau untuk Jaga Kesehatan Mental Pasien

Ia kerap dihadapi oleh gangguan kecemasan saat tengah belajar daring.

Tak hanya itu, selama pandemi berlangsung ia mengaku kurang begitu semangat untuk bermain bersama teman-temannya, dan dalam beberapa waktu belakangan dirinya mengaku lebih senang untuk menyendiri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved