Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Ditipu Calo, Ibu Asal Kalbar Jadi ART di Malaysia Tanpa Upah, Kini Kerja di Kebun Sawit di Nunukan

Seorang ibu asal Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, diiming-imingi gaji ratusan ringgit oleh calo yang tidak ia kenal.

TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS
Yuli bersama dua anaknya saat ditemui di Rusunawa Nunukan, Sabtu (11/12/2021), siang. TRIBUNKALTIM.CO/FEBRIANUS FELIS 

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Seorang ibu asal Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, diiming-imingi gaji ratusan ringgit oleh calo yang tidak ia kenal.

Tanpa pikir panjang, tahun 2001, ibu bernama Yuli Yustina (35) itu, langsung memutuskan untuk pergi ke negeri jiran, Malaysia dan bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART). Saat itu ia masih berusia 16 tahun.

Saat ditemui di Rusunawa Nunukan, Yuli mengaku ia tak sendirian saat merantau ke Malaysia.

"Ada calo yang urus kami. Saya dijanjikan gaji, Kami semua perempuan dan untungnya saya tidak dibawa ke tempat yang aneh-aneh," kata Yuli Yustina kepada TribunKaltara.com, Sabtu (11/12/2021), pukul 14.00 Wita.

Selain diiming-imingi upah sebesar RM800 sebagai ART, Yuli juga mengatakan bahwa perhiasan berupa cincin, kalung, dan uang tunai sebesar Rp 900 ribu diambil oleh calo.

Baca juga: Bekerja jadi Asisten Rumah Tangga di Medan tak Digaji 12 Tahun, Keluarga Korban Lapor Polisi

Baca juga: Pernikahan Rizki DA Dikabarkan Retak Lagi, Keberadaan Nadya Mustika Diungkap Asisten Rumah Tangga

Baca juga: Kerja di Malaysia 9 Tahun, Pria Ini Langsung Nikahi 2 Pacarnya Sekaligus Saat Pulang ke Tanah Air

"Calo itu bilang ke saya, kalau saya bawa ke Malaysia nanti disangka majikan kalau saya mencuri. Saya dibeliin orangtua cincin sama kalung di tahun 90-an senilai Rp1,6 juta. Karena saya nggak punya sekolah dan nggak paham, ya saya kasi saja ke calo itu," ucapnya.

Yuli menceritakan saat bekerja sebagai ART di Malaysia, ia tidak mendapatkan upah sedikit pun dari majikan.

Lebih parahnya lagi, Yuli harus bangun pukul 04.00 Wita untuk membereskan rumah hingga malam hari. Sehari Yuli hanya diberi makan satu kali dan tidur beralaskan tikar yang tipis.

"Saya ingin sekali bekerja di Malaysia saat itu, karena kata orang kerja di Malaysia itu banyak gajinya. Tau-taunya saya di sana makan dan tidur sengsara dan tidak digaji selama 8 tahun," ujarnya.

Karena sudah tidak tahan lagi, Yuli akhirnya memutuskan untuk kabur dari rumah majikan tanpa membawa paspor miliknya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved