Berita Penajam Terkini

Karhutla Meningkat Dibandung Tahun Lalu, Kepala BPBD Penajam Paser Utara Beber Fakta Lain

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beberapa kali terjadi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara.

Penulis: Dini Anggita Sumantri | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/DIAN SARI
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Marjani, memberkan, karhutla terkahir terjadi di Kelurahan Lawe-Lawe Kecamatan Penajam pada 1 Agustus 2021 lalu yang menghabiskan lahan sedikitnya 1.6 hektare ludes dilahap api. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) beberapa kali terjadi di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur pada tahun 2021 ini.

Hal itu terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan di wilayah calon Ibu Kota (IKN) yang baru.

Mulai dari Kecamatan Penajam hingga Kecamatan Waru.

Karhutla terkahir terjadi di Kelurahan Lawe-lawe Kecamatan Penajam pada 1 Agustus 2021 lalu yang menghabiskan lahan sedikitnya 1.6 hektare ludes dilahap api.

Baca juga: Vaksinasi Capai 66 Persen, PPKM di Kabupaten Penajam Paser Utara Turun ke Level 1

Baca juga: Capaian Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Penajam Paser Utara, Dinkes PPU Perlu Waktu

Baca juga: Pilkades Serentak di Penajam Paser Utara, Kampanye Maksimal 50 Peserta

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Marjani memgungkapkan bahwa jumlah kasus kebakaran pada awal tahun ini cenderung meningkat dibanding 2020 lalu.

"Ada peningkatan sekalipun potensinya tidak sebesar tahun kemarin. Cukup besar karena warga membakar lahan," kata Marjani, Minggu (12/12/2021).

"Ada 8 kasus. Tetapi tidak terjadi kebakaran yang berskala luas," kata Marjani.

Dikatakan Marjani, adapun penyebab kebakaran hutan dan lahan diakibatkan oleh ulah manusia.

Namun, dia mengungkapkan ada fakta lain terjadinya karhutla. Fakta lain adalah peruhaan menjadi dalang terjadinya karhutla.

Sekalipun 90 persen ulah manusia. Tetapi di koreksi dan di bantah. Jadi ternyata betul memang faktanya itu ulah warga.

"Tapi kadang kadang warga dipengurahui oleh perusahan juga. Dengan berbagai macam kepentingan," ungkapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved