Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Total 4.000 Sertifikat PTSL dan Tambak di Tarakan Akan Diserahkan Presiden Jokowi

Jika tak ada aral melintang, Presiden Joko Widodo bakal kembali berkunjung ke Kota Tarakan pada Kamis (16/12/2021) mendatang

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH
Agus Sudrajat, Kepala BPN Kota Tarakan.TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN– Jika tak ada aral melintang, Presiden Joko Widodo bakal kembali berkunjung ke Kota Tarakan pada Kamis (16/12/2021) mendatang.

Kunjungannya dalam rangka melakukan penyerahan Sertifikat PTSL dan tambak yang dijadwalkan akan dilakukan di Gedung Lapangan Tenis Indoor, Kota Tarakan.

Dikatakan Agus Sudrajat, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tarakan, adapun rencana penyerahan sertifikat dilaksanakan pada Kamis (16/12/2021) pagi mendatang.

“Yang akan diserahkan yakni sertifikat tambak, sebanyak 1.509 sertifikat. Dan sertifikat PTSL sebanyak 2.400. Dan secara simbolis akan menerima di Gedung Indoor besok sekitar 300 orang penerima,” beber Agus Sudrajat kepada TribunKaltim.Co, Senin (13/12/2021).

Lebih jauh diungkapkan Agus Sudrajat, penyerahan langsung dilakukan Presiden RI Joko Widodo dan didampingi Menteri.

Baca juga: Pemkot Samarinda Serahkan 50 Sertifikat Lahan kepada Nelayan dan Pembudidaya Ikan

Baca juga: 50 Sertifikat Lahan Diterbitkan, Pemkot Samarinda Serahkan kepada Nelayan dan Pembudidaya Ikan

Baca juga: Percepat Bangun Bandara Ujoh Bilang, Pemkab Mahulu-BPN Kubar Serah Terima Sertifikat Tanah Hak Pakai

Adapun untuk sertifikat lahan pertambakan, lokasi pertambakan berada di wilayah Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.

“Sebagian warga Tarakan, sebagian warga Tanjung Selor,” ujar Agus Sudrajat.

Adapun luasan maksimal lanjutnya, untuk persyaratan pengajukan hak kepemilikan usaha lahan pertambakan sesuai standar maksiml memiliki luasan 2 hektare.

“Itu per bidang. Kalau sudah mengantongi sertifikat tambak maka status kepemilikan tambaknya adalah hak milik. Tapi penggunaannya untuk lahan pertambakan,” jelas Agus.

Lebih jauh kata Agus, berbeda dengan status HGU. HGU sendiri digunakan untuk lahan perkebunan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved