Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

DPRD Kaltara Minta Kehadiran Presiden Jokowi ke Kalimantan Utara, Suarakan DOB Tanjung Selor

Sebelumnya, kedatangan Presiden RI dalam rangka melakukan groundbreaking kawasan industri dan pelabuhan internasional

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI
Sudut Kota Tanjung Selor dari Jalan Pahlawan, Provinsi Kalimantan Utara pada Selasa (14/12/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG SELOR - Kedatangan Presiden RI Joko Widodo ke Kaltara pada 16 Desember dipastikan ditunda.

Sebelumnya, kedatangan Presiden RI dalam rangka melakukan groundbreaking kawasan industri dan pelabuhan internasional (KIPI) di Bulungan dan pembagian serifikat lahan di Tarakan.

Kedatangan Presiden RI ke Kaltara pun dijadwalkan ulang pada pekan depan, dan masih dengan agenda yang sama.

Kendati dijadwalkan ulang, DPRD Kaltara meminta agar kehadiran Presiden RI nantinya dapat dimanfaatkan Pemprov Kaltara untuk menyuarakan rencana pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Kota Tanjung Selor.

Baca juga: DPRD Kaltara Tetapkan Jadwal Sidang Paripurna Rabu 15 Desember 2021, Berikut Agendanya

Baca juga: Soal Pembebastugasan Norhayati Andris, Pemprov Belum Terima Surat dari DPRD Kaltara

Baca juga: Lokasi Gedung Baru DPRD Kaltara Kembali Dipindah, Norhayati Andris Harap Tahun 2024 Selesai

Menurut Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris, pembentukan Kota Tanjung Selor sangat penting, mengingat sampai saat ini Kaltara sebagai sebuah provinsi belum memiliki Ibu Kota dengan kedudukan Kota.

"Untuk Tanjung Selor ini belum memiliki legalitas sebagai Kota," kata Norhayati Andris, Selasa (14/12/2021).

"Tentu ini harus menjadi perhatian khusus agar Tanjung Selor dapat menjadi Kota sebagai Ibu Kota-nya Provinsi Kaltara," ujarnya.

"Dan ini tentu harus disuarakan oleh pemerintah saat nanti bertemu dengan Pak Presiden," tambahnya.

Baca juga: Wagub Kaltara Yansen Tipa Padan Beber Alasan Lokasi Gedung DPRD Kaltara Kembali Dipindah

Menurutnya, pembentukan Tanjung Selor sebagai sebuah Kota cukup penting, karena ke depan akan semakin banyak orang berkunjung ke Tanjung Selor seiring berjalannya proyek KIPI.

"Tentu ke depan semakin banyak orang datang ke sini khususnya ke Tanjung Selor, jadi kita harus menyiapkan tempat dan mudah-mudahan Tanjung Selor statusnya tidak lagi sebagai kecamatan," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved