Jumat, 5 Juni 2026

Sejarah Hari Ini

16 Desember Hari Jadi Akademi TNI, Dulu Bernama Akabri, Begini Sejarahnya

Akademi TNI yang dahulunya dikenal dengan sebutan Akabri (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia), ternyata didirikan pada tanggal 16 Desember 1965.

Tayang:
akademi-tni.mil.id
Kolase foto Akademi TNI dulu dan sekarang. Akademi TNI yang dulunya bernama Akabri didirikan pada 16 Desember 1965. 

TRIBUNKALTIM.CO - Akademi TNI yang dahulunya dikenal dengan sebutan Akabri (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia), ternyata didirikan pada tanggal 16 Desember 1965.

Di tahun 2021 ini, Akademi TNI akan memperingati hari jadinya ke-56 tahun.

Seperti yang diketahui, Akademi TNI Indonesia terdiri atas AKMIL (Angkatan Militer), AAL (Akademi Angkatan Laut), dan AAU (Akademi Angkatan Udara).

Lantas, bagaimana asal mula sejarah terbentuknya Akademi TNI?

Mengutip laman resmi Akademi TNI, dibentuknya Akademi TNI yang sebelumnya diberi nama Akabri didasarkan pengalaman sejarah di masa lalu.

Bahwa rivalitas antar angkatan kala itu begitu tinggi dan persaingan yang kurang sehat karena dipengaruhi oleh suasana politik saat itu.

Serta timbulnya berbagai gejolak yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

Baca juga: Wakasad Hadiri Pembekalan Capaja Akademi TNI dan Akpol 2020

TNI sebagai Bhayangkara Negara pernah merasakan betapa pahitnya menghadapi PKI pada tahun 1960-an, di mana tanpa kekompakan TNI sulit untuk mengatasi gerakan politik PKI.

Oleh karena itu para pendiri TNI merasa perlu untuk menyatukan visi dan persepsi dengan mengintegrasikan Angkatan Perang dan Polri menjadi ABRI.

Seiring dengan itu, timbul pula pemikiran untuk memulai mengembangkan semangat integrasi dini sejak di lembaga pendidikan.

Keinginan untuk berintegrasi ini sudah dicanangkan jauh sebelumnya oleh para pendiri TNI.

Jenderal TNI Gatot Soebroto yang pada saat itu menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat pada tahun 1957, menggagas perlunya pendidikan integrasi satu atap.

Namun kondisi pada waktu itu belum memungkinkan.

Baca juga: Soliditas TNI-Polri, Akabri 89 Bagikan Sembako Kepada Warga Terdampak Covid-19 di Balikpapan

Berdirinya Akabri yang kini dikenal dengan Akademi TNI pada tahun 1965, juga sejalan dengan upaya integrasi angkatan bersenjata negara-negara lain dalam mendidik perwiranya.

Seperti Jepang dengan NDA-nya mendidik semua perwira AD, AL, AU pada tahun 1960 di bawah satu atap sampai sekarang.

Oleh karena itu, berdirinya Akabri merupakan salah satu harapan besar baik bagi TNI maupun bagi masyarakat, demi terwujudnya persatuan dan kesatuan bangsa.

Akademi TNI (dahulu Akabri) dibentuk melalui suatu proses bertahap.

Diawali dengan dibentuknya suatu panitia yang dipimpin oleh Laksamana Muda OB Syaaf pada 5 Juli 1965 dengan tugas pokok menyusun dan merencanakan pendidikan Akademi TNI yang terintegrasi dalam satu wadah.

Hingga keluarlah Surat Keputusan Presiden RI No.185 /Koti/1965 pada tanggal 16 Desember 1965 di mana seluruh Akademi Angkatan (AMN, AAL, AAU dan AAK) diintegrasikan menjadi Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri).

Selanjutnya tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Jadi Akademi TNI.

Baca juga: Cara Jitu Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa Tangani KKB Papua, Berantas Tanpa Perang

Realisasi pembentukan Akademi TNI di laksanakan secara bertahap mulai dari integrasi formil pada 5 Oktober 1965.

Integrasi parsiil tahap satu pada 29 Januari 1967 dengan dibentuknya Akabri bagian umum di Magelang dan dilanjutkan integrasi parsiil tahap II pada 29 Januari 1969 dengan pemberian wewenang dan tugas komando kepada Danjen Akabri terhadap Akabri bagian.

Sejak berdirinya Akabri, organisasi Akabri telah mengalami beberapa kali perubahan organisasi, yakni pada tahun 1984, 2002, 2007 dan 2008.

Adanya reformasi pada tahun 1999 secara resmi telah berganti nama menjadi Akademi TNI dan Akademi Angkatan berada di bawah Mabes Angkatan masing-masing.

Sedangkan Resimen Chandradimuka (Menchandra) tidak lagi berkedudukan di bawah Akademi Militer, namun berkedudukan di bawah Danjen Akademi TNI.

Masa Pendidikan Akademi TNI

Terkait pola pendidikannya, sampai dengan tahun 1984 masih menganut pola pendidikan 4 tahun.

Sedangkan sejak 1985 menganut pola 3+1 dengan pengertian tahap pertama diselenggarakan selama 3 tahun masih berstatus Taruna.

Adapun tahap kedua pada tahun ke-4, sudah berstatus sebagai perwira berpangkat Letnan Dua.

Baca juga: Kisah & Profil KSAD Dudung Abdurahman Pengganti Andika Perkasa, Dagangannya Pernah Ditendang Tentara

Mulai tahun 2007, lama pendidikan Akademi kembali dilaksanakan dalam 4 tahun.

Dengan alokasi pendidikan integratif 1 tahun diselenggarakan oleh Menchandra Akademi TNI dan 3 tahun di Akademi Angkatan.

Hal ini sesuai Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/56/V/2007 tanggal 11 Mei 2007 tentang perubahan lama waktu pendidikan integratif Taruna Akademi TNI dari 5 bulan menjadi 12 bulan.

Sesuai dengan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/215/III/2018 tanggal 7 Maret 2018 tentang Perubahan Lama Waktu Pendidikan Integratif Taruna Akademi TNI dari 12 bulan menjadi 6 bulan. (*)

Baca Selanjutnya: Sejarah Hari Ini

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved