Breaking News:

Airlangga Sebut Kolaborasi Akademisi dan Pembuat Kebijakan Ciptakan Eksosistem UMKM yang Lebih Baik

Dalam perjalanannya sejak tahun 1999, pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dilakukan pemerintah, antara lain, melalui imbal jasa

Editor: Diah Anggraeni
ekon.go.id
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menyampaikan opening speech secara virtual pada acara Kajian Buku Pembiayaan UMKM di Medan, Sumatera Utara, Rabu (15/12/2021). 

TRIBUNKALTIM.CO - Dalam perjalanannya sejak tahun 1999, pembiayaan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dilakukan pemerintah, antara lain, melalui imbal jasa penjaminan, subsidi bunga, dan berbagai kegiatan jaminan lembaga keuangan mikro, serta jaminan melalui asuransi.

Pemerintah juga terus mendorong pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dalam meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM.

Melalui skema subsidi bunga, suku bunga KUR dapat diturunkan hingga mencapai titik terendah yaitu 6 persen efektif per tahun.

Baca juga: Partai Golkar Launching Buku Airlangga Hartarto Kerja untuk Indonesia

Bahkan pada masa pandemi Covid-19, pemerintah memberikan tambahan subsidi bunga 6 persen pada tahun 2020 sehingga suku bunga KUR menjadi 0 persen serta tambahan subsidi sebesar 3% pada 2021 sehingga suku bunga KUR menjadi hanya 3 persen hingga akhir 2021.

Kelanjutan subsidi bunga ini sedang dalam pembahasan untuk kembali diterapkan pada tahun 2022.

"Terkendalinya kasus pandemi Covid-19 yang secara konsisten mendorong peningkatan mobilitas masyarakat, tentunya akan memicu peningkatan aktivitas bisnis UMKM. Menggeliatnya UMKM menjadi salah satu faktor kunci untuk mempertahankan momentum pemulihan ekonomi dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih baik," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menyampaikan opening speech secara virtual pada acara Kajian Buku Pembiayaan UMKM di Medan, Sumatera Utara, Rabu (15/12/2021).

Menko Airlangga menekankan bahwa UMKM merupakan sektor penting dalam perekonomian dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 61 persen terhadap tenaga kerja sebesar 97 persen, investasi sebesar 60 persen, dan ekspor non migas mencapai 16 persen.

Kolaborasi menjadi salah satu faktor kunci dalam peningkatan kinerja UMKM.

Baca juga: Airlangga Sebut Presidensi G20 Indonesia Tingkatkan Kepercayaan Investor Global untuk Akselerasi PEN

Belajar dari pengalaman Jepang yang menjadikan UMKM menjadi kunci pertumbuhan industri, perlu digalakkan standarisasi, pelatihan, serta kerja sama UMKM dengan perusahaan besar dapat dilakukan melalui sistem anak angkat (offtaker).

Dengan demikian, UMKM dapat menjadi bagian dari produksi massal sehingga tercapai skala ekonomi yang dapat menekan harga menjadi lebih murah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved