Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Pelti Kaltara Ditargetkan Cetak Atlet Junior Berprestasi Tingkat Nasional, Prioritas Pembinaan SDM

Provinsi Kaltara memiliki potensi atlet petenis tingkat junior yang bisa ikut mendulang prestasi emas di kancah nasional bahkan internasional.

TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH
Momen Ketua Umum Persatuan Pengurus Pusat (PP) Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Rildo Ananda Anwar bersama Ketua Pengprov Pelti Kaltara Ahmad Maulana bersama atlet junior di Kaltara. TRIBUNKALTIM.CO/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Provinsi Kaltara memiliki potensi atlet petenis tingkat junior yang bisa ikut mendulang prestasi emas di kancah nasional bahkan internasional.

Ini disampaikan Ketua Umum Persatuan Pengurus Pusat (PP) Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Rildo Ananda Anwar saat melantik Pengurus Provinsi  Persatuan Lawn Tenis Indonesia atau Pengprov Pelti Kaltara periode 2021-2026, Bulungan Room Hotel Tarakan Plaza, Jumat (17/12/2021).

Di momen itu juga, Rildo Ananda Anwar mengamanahkan kepada pengurus Pelti agar dapat mencetak petenis junior berprestasi di tingkat nasional.

Untuk diketahui, saat ini Pengprov Pelti Kaltara satu periode ke depan masih dijabat H. Ahmad Maulana yang terpilih secara aklamasi berdasarkan hasil Musyawarah Provinsi (Musprov) beberapa waktu lalu.

Rildo Ananda Anwar menginginkan Pengprov Pelti Kaltara dapat mencetak minimal 1 petenis putra dan 1 petinis putri junior berprestasi yang dapat berbicara di tingkat nasional.

Baca juga: Peringati HUT Kota Balikpapan, Disporapar Gandeng Pelti Balikpapan Gelar Turnamen Tenis

Baca juga: Jadwal Team Tenis Lapangan di PON XX Papua, Kaltim Tampil di Nomor Tunggal dan Ganda Putra

Baca juga: Kejuaraan Tenis Lapangan Digelar di Balikpapan, Diikuti 134 Petenis Junior dan Senior Ambil Bagian

“Saya sampaikan titip pada teman-teman di Kaltara supaya menjadikan satu pemain putra-putri junior untuk berangkat ke tingkat nasional dengan prestasinya,” ujar Rildo Ananda Anwar.

Lebih jauh kata Rildo Ananda, untuk mencetak atlet petenis junior berprestasi, tentu butuh penanganan yang lebih baik. Salah satunya kata Rildo, dimulai dari perencanaan hingga pembinaan yang benar-benar matang.

Ia melanjutkan, jika setiap provinsi memiliki minimal 1 pemain junior putra dan 1 pemain junior putri saja, maka akan ada 34 pemain junior putra dan 34 pemain junior putri berprestasi yang dimiliki Indonesia. Semua itu calon-calon atletnya dari daerah. Salah satunya Kaltara.

“Tugas teman-teman kalau bisa mendapatkan satu pemain putra-putri junior di bawah 16 tahun yang bisa kita persiapkan untuk mengganti senior-seniornya,” instruksi Rildo kepada Pengprov Pelti Kaltara.

Dalam hal ini, ia selalu memantau perkembangan atlet junior melalui kejuaraan yang menyiapkan poin untuk perbaikan peringkat nasional.

Dalam waktu dekat, Rildo akan menyaksikan pertandingan di Bandung, Jawa Barat. Sebelumnya sudah terbang ke Palembang dan Tegal.  “Saat ini sudah ada 8 hingga 10 pemain junior berprestasi kelompok usia di bawah 16 tahun yang kami pantau,” sebutnya.

Baca juga: NEWS VIDEO Petenis Remaja Fenomenal Emma Raducanu, Juarai US Open 2021

Terpisah, Ketua Pengprov Pelti Kaltara Ahmad Maulana yang terpilih, siap menjalankan titipan amanah dari Ketua Umum Persatuan Pengurus Pusat (PP) Tenis Lapangan Indonesia (Pelti) Rildo Ananda Anwar.

Ia juga tertantang dan siap memasukkan dalam program yang akan dilaksanakan ke depan oleh Pelti Kaltara. “Tapi yang pertama kami lakukan, membenahi organisasi terlebih dulu,” ujarnya.

Selanjutnya, pihaknya siap menerima tantangan dan amanah yang disampaikan pimpinan utamanya dalam hal pembinaan atlet usia dini.

“Dalam waktu jangka pendek ini kami membenahi organisasi internal dulu, ada beberapa rapat kerja yang kami akan lakukan, setelah itu pelantikan-pelantikan Pelti kabupaten kota,” tuturnya.

Terkait pembinaan usia dini, Ahmad Maulana mengaku selama ini sudah dilakukan pembinaan di semua kabupaten dan kota di Kaltara seperti di Bulungan dan Nunukan.

Sekretaris Pengprov Pelti Kaltara, Wiyono Adie mengakui pihaknya sudah merancang kerja dan konsep pembinaan untuk jangka panjang ke depan. Tentunya lewat pembinaan dan pengembangan SDM yang ada. Persoalannya lanjutnya, sejauh ini memang masih ada atlet junior belum semua terkaver.

“Semua kabupaten dan kota di Kaltara punya atlet junior tapi belum terkaver sistematis dalam sebuah desain pembinaan. Maka peningkatan SDM menjadi perioritass dan langkah ke depan yang akan diambil,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved