Breaking News:

Perkuat Literasi Keuangan, BSI Resmikan Digitalisasi Pondok Pesantren di Yayasan Trubus Iman Paser

Digitalisasi pondok pesantren merupakan bagian dari program guna untuk meningkatkan transaksi nontunai di kalangan masyarakat, terutama di kalangan

Editor: Diah Anggraeni
HO/Bank Syariah Indonesia
Kegiatan peresmian digitalisasi pondok pesantren serta serah terima kartu santri yang digelar Bank Syariah Indonesia di Yayasan Trubus Iman, Tanah Grogot, Senin (20/12/2021) hari ini. 

TRIBUNKALTIM.CO - Digitalisasi pondok pesantren merupakan bagian dari program guna untuk meningkatkan transaksi nontunai di kalangan masyarakat, terutama di kalangan pondok pesantren.

Area Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Area Balikpapan, Imam Syarifudin menyebut, digitalisasi pondok pesantren merupakan upaya BSI untuk memperkuat literasi keuangan, memudahkan pihak sekolah (pondok pesantren) melakukan monitoring database siswa, dan kemandirian finansial dilingkungan pendidikan.

Baca juga: Jelang Peresmian Single System, BSI Silaturahmi ke Tribun Kaltim

Hal ini menunjukkan kesiapan BSI untuk berkolaborasi dengan institusi pendidikan di Indonesia termasuk pondok pesantren.

"Selain daripada itu, digitalisasi pondok pesantren juga memudahkan orangtua siswa melakukan monitoring terhadap murid di lingkungan Pendidikan," ungkap Imam.

Acara peresmian digitalisasi pondok pesantren ini dihadiri Area Manager BSI Area Balikpapan Imam Syarifudin, Kepala Cabang KCP Paser Tanah Herianto, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Paser Fairuz, Pembina Pondok Pesantren Trubus Iman H Tony Budi Hartono dan Ketua Yayasan Trubus Iman Reza Jehan Permana.

Acara peresmian digitalisasi pondok pesantren yang digelar Bank Syariah Indonesia di Yayasan Trubus Iman, Tanah Grogot, Senin (20/12/2021).
Acara peresmian digitalisasi pondok pesantren yang digelar Bank Syariah Indonesia di Yayasan Trubus Iman, Tanah Grogot, Senin (20/12/2021). (HO/Bank Syariah Indonesia)

Dalam sambutan singkatnya, Imam menyebut, BSI harus mampu hadir di tengah-tengah masyarakat.

"BSI harus bisa semakin bermanfaat untuk banyak orang, termasuk pondok pesantren dalam hal ini Yayasan Trubus Iman," katanya.

Baca juga: Fokus pada Digitalisasi, Kinerja BSI Pasca Merger Semakin Solid

Sementara itu, Ketua Yayasan Trubus Iman Ustaz Reza mengungkapkan, total guru di Yayasan Trubus Iman sebanyak 220, MI sebanyak 378, ponpes 918, serta RA sebanyak 83.

Dengan digitalisasi pondok pesantren ini tentu sangat membantu dan memudahkan pihak pesantren dalam melakukan transaksi keuangan antara siswa, orangtua siswa, yayasan dan perbankan.

Selain itu, juga membantu orangtua siswa dalam melakukan pengawasan terhadap anak.

Baca juga: Bank Syariah Indonesia di Kalimantan Timur Berjumlah 32 Unit, Ika Kusuma: Memudahkan Nasabah

Untuk diketahui, Bank Syariah Indonesia Tbk berhasil menorehkan kinerja impresif sepanjang semester I 2021 dengan membukukan laba bersih Rp 1,48 triliun, naik 34,29 persen secara year on year (yoy).

BSI juga mencatat pertumbuhan jumlah user mobile banking yang signifikan, menembus 2,5 juta pengguna.

Sampai semester I 2021, BSI telah menyalurkan pembiayaan UMKM mencapai Rp 36,8 triliun, memiliki porsi 22,9 persen dari total pembiayaan. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved