Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Soal Tarif Masuk Kawasan Pantai Amal, Pemkot dan DPRD Tarakan Belum Satu Suara

Target soft launching kawasan wisata Pantai Amal di Kota Tarakan belum bisa direalisasikan sampai akhir tahun 2021 ini.

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH
Kawasan wisata Pantai Amal masih menunggu raperda disahkan menjadi perda sebagai acuan diterapkannya retribusi masuk ke dalam kawasan Pantai Amal. TRIBUNKALTARA.COM/ANDI PAUSIAH 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN – Target soft launching kawasan wisata Pantai Amal di Kota Tarakan belum bisa direalisasikan sampai akhir tahun 2021 ini.

Hal ini dikarenakan masih ada beberapa pertimbangan serta raperda mengenai retribusi yang masih digodok di DPRD Tarakan sampai saat ini.

Hamid Amren, Sekda Kota Tarakan mengatakan, memang saat ini belum bisa dimanfaatkan masyarakat karena secara fisik saat pemeriksaan terakhir masih ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan oleh kontraktor rekanan.

“Termasuk misalnya jaringan listrik harus lebih bagus. Sarpras atau infrastruktur pendukung haruslah bagus,” ungkap Hamid Amren.

Di samping itu, lanjut Hamid Amren, regulasi yang memang saat ini belum siap mengenai tarif yang diatur dalam raperda retribusi.

Baca juga: Soft Launching Kawasan Wisata Pantai Amal Ditunda, Walikota Tegaskan Ikuti Inmendagri Nataru

Baca juga: Sikapi Tarif Masuk Pantai Amal Rp 30 Ribu, Ketua DPRD Akan Diskusikan dengan Pemkot Tarakan

“Kita menunggu semua selesai. Daripada dipaksa diresmikan tapi belum bisa berjalan dengan baik. Sehingga mohon masyarakat bersabar dan tentu mereka bersama DPRD akan berdiskusi mana yang baik,” jelas Hamid.

Sekadar diketahui, pihak DPRD meminta tarif awal yang dipatok Rp 30 ribu diturunkan. Hamid mengatakan, itu nanti masih bisa didiskusikan bersama-sama.

“Pak Walikota Tarakan sudah memberikan arahan dan pertimbangan, baik dari sisi kelanjutan pembangunan infrastruktur, dari sisi kebutuhan masyarakat yang datang dari luar daerah dan dengan perbandingan seperti di Tanjung Bira Sulawesi Selatan, kami sudah kunjungi ke sana dan tarifnya kurang lebih sama,” jelasnya.

Artinya nominal tarif ini, lanjutnya, masih bisa didiskusikan bersama DPRD Tarakan. Adapun nominal Rp 30 ribu adalah melalui pertimbangan matang oleh pemerintah dan sudah melalui kajian atau analisis perhitungan.

Berbicara target Raperda, ia berharap tahun ini sudah selesai.

Artinya dengan sisa dua pekan yang ada DPRD sudah bisa menetapkan Raperda Retribusi kawasan wisata Pantai Amal menjadi perda.

Baca juga: Sekkot Tarakan Beber Rencana Penerapan Tarif Rp 30 Ribu di Kawasan Pantai Amal Sudah Melalui Kajian

“Kalau bisa tahun ini. Tapi tergantung DPRD kan ada mekanismenya. Tentu pemerintah tidak mungkin intervensi mekanisme di DPRD. Kami berharap, DPRD sebagai mitra pemerintah akan bekerja sama untuk menyukseskan kegiatan ini,” ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved