Berita Samarinda Terkini

Pasar Merdeka Samarinda Jadi Pasar SIAP QRIS, Pedagang Akui Pembeli Masih Bayar Pakai Uang Tunai

Ditetapkannya Pasar Merdeka Samarinda sebagai pasar SIAP QRIS, bertujuan agar mendorong transaksi di pasar tersebut menggunakan sistem digital

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF
Pasar Merdeka di kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda diresmikan sebagai pasar SIAP QRIS dengan menerapkan transaksi non tunai.TRIBUNKALTIM.CO/HANIFAN MA'RUF 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Pasar Merdeka Samarinda ditetapkan sebagai pasar SIAP QRIS, bertujuan agar mendorong transaksi di pasar tersebut menggunakan sistem digital atau non tunai.

Barcode QRIS terpampang di sebagian besar bagian depan lapak pedagang Pasar Merdeka, yang terletak di jalan Merdeka kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda tersebut.

Dalam membayar, pengunjung hanya perlu memindai barcode QRIS yang ada dengan menggunakan aplikasi QRIS dari Bank Indonesia.

Setelah pembeli memindai barcode tersebut, maka tahap selanjutnya memasukkan jumlah nominal uang yang dibayar kemudian transaksi dilakukan.

Uang langsung masuk ke rekening pedagang yang juga ternotifikasi di aplikasi milik pedagang.

Baca juga: Daerah Pendaftar QRIS Terbanyak Seluruh Kalimantan, Kota Samarinda Siap Menggunakan

Baca juga: Walikota Samarinda Andi Harun Belanja Cabai di Pasar Merdeka, Bayar Pakai QRIS

Baca juga: Walikota Andi Harun Resmikan Pasar Merdeka Samarinda SIAP QRIS, Transaksi Pakai Non Tunai

Namun diakui oleh pedagang pasar bahwa belum banyak transaksi yang dilakukan pengunjung pasar menggunakan sistem digital tersebut.

Pembeli masih melakukan transaksi dengan uang tunai, dan dikatakan belum mengetahui penerapan QRIS di Pasar Merdeka sehingga pedagang masih melayani jika transaksi dilakukan secara tunai.

"Ya belum banyak yang pakai (QRIS), jadi yang bayar pakai tunai masih kita layani," ujar Buriyem yang menjual sayuran dan sembako pada hari pertama diresmikannya Pasar Merdeka' sebagai pasar SIAP QRIS, Rabu (22/12/2021).

Ia juga mengaku pada awalnya belum terlalu mengerti dengan penggunaan QRIS sebagai media pembayaran ini, namun dari UPT pasar dan dinas perdagangan dikatakannya telah melakukan pengarahan kepada pedagang tentang transaksi QRIS.

"Untuk saat ini kita coba ikut saja, memang baru (diterapkan) beberapa hari ini, mungkin itu pengunjung belum banyak yang pakai," terangnya lebih lanjut.

Di setiap lapak, hanya ada satu barcode QRIS yang tertera, sehingga pengunjung perlu bergantian untuk melakukan pemindaian.

Baca juga: Diana Mariana, Sosok Ibu Mandiri asal Samarinda, Bikin Kreasi Produk Olahan Ikan

Kendati demikian, dalam hal pembayaran retribusi, penggunaan QRIS memang telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu.

Buriyem mengaku sejauh ini tidak kesulitan dalam melakukan pembayaran retribusi setiap bulannya menggunakan QRIS itu kepada petugas.

"Kalau retribusi udah berjalan sebelumnya, kalau untuk transaksi ini saja yang baru beberapa hari," katanya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved