Opini

Sisi Gelap Kehidupan di Perguruan Tinggi

Kasus-kasus kekerasan ini dialami tidak hanya oleh mahasiswa baru tetapi juga mahasiswa yang sudah lama menempuh pendidikan di perguruan tinggi

Editor: Syaiful Syafar
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi korban kekerasan. 

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan sering kali berkaitan dengan hal-hal yang berbau fisik dan mental, tetapi oleh sebagian oknum disalahgunakan dan malah menjadi ajang untuk menyiksa seseorang.

Kekerasan yang terjadi di lingkungan kampus tidak hanya berupa kekerasan fisik tetapi juga kekerasan mental.

Seperti kata-kata yang kotor, kasar, kata-kata yang dapat menjatuhkan mental seseorang, bahkan kekerasan seksual juga sering kali terjadi.

Banyak kasus kekerasan yang terjadi di berbagai perguruan tinggi dan swasta di Indonesia dan berujung memakan banyak korban.

Berdasarkan hasil riset dari Programme for International Students Assessment (PISA) 2018 menyatakan bahwa sekitar 41,1% terjadi kasus kekerasan dan perundungan di dalam dunia pendidikan di Indonesia.

Sampai sekarang kasus-kasus kekerasan ini masih sering terjadi, dan latar belakangnya yaitu atas dasar tradisi turun-temurun melakukan kegiatan-kegiatan pelatihan mental yang berisikan kekerasan fisik dan mental.

Akibat dari kegiatan tersebut tidak sedikit yang merenggut nyawa beberapa mahasiswa.

Ospek merupakan salah satu kegiatan di dalam kampus yang sering kali menjadi wadah oleh para oknum untuk berbuat seenaknya.

Banyak kasus kekerasan yang terjadi di kegiatan Ospek ini.

Mulai dari kegiatan-kegiatan yang melibatkan fisik sampai kegiatan yang dirasa tidak masuk akal karena sangat kurang manusiawi.

Beberapa contoh kasus yang dilansir dari Liputan6.com pada tahun 2019 tercatat bahwa di Universitas Khairun menyelenggarakan Ospek dengan salah satu kegiatan yang sangat tidak manusiawi, yaitu dengan meminum air dengan campuran saliva.

Lalu, ada juga beberapa kasus saat kegiatan Ospek yang berujung merenggut nyawa mahasiswa saat melaksanakan kegiatan tersebut.

Seperti yang terjadi di taruna STIP Marunda, Cilincing, Jakarta Utara sebagaimana dilansir pada berita.baca.co.id, terdapat dua mahasiswa meninggal dikarenakan disiksa oleh para seniornya dengan alasan sepele, yaitu karena mereka dinilai kurang kompak saat melakukan kegiatan dan dirasa kurang memberikan respek yang baik terhadap seniornya.

Beberapa kasus tersebut membuktikan masih banyaknya kasus kekerasan yang terjadi di perguruan tinggi.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved