Breaking News:

Ekonomi dan Bisnis

Ekonomi Syariah di Indonesia Berpotensi Dongkrak PDB Nasional hingga Rp 80 Triliun

Beberapa negara di dunia saat ini telah menjadikan ekonomi dan keuangan syariah sebagai tulang punggung perekonomian

Editor: Budi Susilo
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Ilustrasi mata uang perdagangan. Beberapa negara di dunia saat ini telah menjadikan ekonomi dan keuangan syariah sebagai tulang punggung perekonomian. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Beberapa negara di dunia saat ini telah menjadikan ekonomi dan keuangan syariah sebagai tulang punggung perekonomian.

Bahkan termasuk negara dengan mayoritas penduduk bukan muslim.

Berdasarkan pemaparan Bank Indonesia (BI) disebutkan perekonomian syariah memiliki perkembangan positif.

Penjelasan BI, ekonomi syariah berpotensi menggenjot produk domestik bruto (PDB) nasional hingga Rp 80 triliun per tahun.

Baca juga: Bank Indonesia Balikpapan dan Masyarakat Ekonomi Syariah Gelar Festival Balikpapan Go Halal

Baca juga: Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah, Kemenkeu Gelar Konferensi Internasional AIFC Ke-5

Baca juga: Dukung Ekonomi Syariah di Balikpapan, Pegadaian-IPEMI Kerja Sama Kembangkan Keagenan

Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Prijono mengatakan, untuk mencapai hal tersebut, ada tiga hal yang bisa dilakukan.

Pertama, yakni, mendorong pertumbuhan ekspor produk halal.

"Selanjutnya, menarik investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI), dan terakhir adalah substitusi impor," ujarnya dalam webinar "Sharia Economic and Finance Outlook 2022: Making Indonesia as the Center of the World Sharia Economy”, ditulis Senin (27/12/2021).

Lebih rinci, Prijono menjelaskan, untuk meningkatkan ekspor produk halal, Indonesia harus mengutamakan hubungan perdagangan dan jasa bernilai tinggi.

Khususnya, hubungan dagang dan jasa dengan negara anggota Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

Baca juga: BI Perkuat Kampanye Literasi dan Akses Keuangan Syariah Lewat Road to Festival Ekonomi Syariah

"Sebab, ini pasarnya besar sekira 3,8 miliar dolar Amerika Serikat dari negara OKI dan non OKI," katanya.

Sementara itu, dia menambahkan, beberapa negara di dunia saat ini telah menjadikan ekonomi dan keuangan syariah sebagai tulang punggung perekonomian, bahkan termasuk negara dengan mayoritas penduduk bukan muslim.

Sebut saja, misalnya ada Australia bisa menghasilkan daging halal.

Kemudian di Brazil dengan unggasnya dan keuangan syariah di negara-negara Eropa.

Baca juga: Dewan IKRA Paparkan 5 Tahap Berbisnis di Era New Normal Termasuk Ekonomi Syariah

"ini menunjukkan ekonomi syariah sudah mendapatkan tempat tidak hanya di negara-negara mayoritas berpenduduk muslim," pungkas Prijono.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BI: Ekonomi Syariah Genjot PDB Hingga Rp 80 Triliun Per Tahun 

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved