Natal dan Tahun Baru

Cegah Lonjakan Kasus Covid di Berau, Satgas Kecamatan Diimbau Jaga Wilayah Jelang Tahun Baru

Satgas Covid-19 Kabupaten Berau terus melakukan antisipasi pencegahan lonjakan kasus Covid-19 dengan menyiagakan petugas yang berasal dari lintas sekt

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Satgas Covid-19 menggelar rapat persiapan untuk penjagaan dan pengetatan jelang Tahun Baru, Kamis (30/12/2021). TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Satgas Covid-19 Kabupaten Berau terus melakukan antisipasi pencegahan lonjakan kasus Covid-19 dengan menyiagakan petugas yang berasal dari lintas sektor, seperti TNI-Polri, BPBD, Satpol-PP, dan Dinas Perhubungan hingga PMI Berau.

Serta membagikan surat edaran kepada masyarakat tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada saat Natal dan Tahun Baru.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Thamrin mengatakan, sebelumnya pihaknya telah melakukan penjagaan di 15 tempat ibadah Natal yang tersebar di Tanjung Redeb, termasuk di tingkat kecamatan.

Pihaknya telah mengimbau satgas kecamatan untuk melakukan penjagaan di wilayahnya masing-masing.

“Khususnya petugas yang juga melakukan Operasi Yustisi untuk mencegah terjadinya kerumunan masyarakat di libur Natal kemarin dan Tahun Baru nanti,” ujarnya, Kamis (30/12/2021).

Baca juga: Pengamanan Nataru 2022 di Kabupaten PPU, tak Ada Penyekatan Namun Pelayanan

Baca juga: Jika Muncul Temuan Kasus Omicron, Pintu Masuk Samarinda Dilakukan Penyekatan di Malam Tahun Baru

Selain itu, Operasi Lilin Mahakam disebutnya bagian dari upaya mencegah penyebaran Covid-19, tetapi operasi tersebut terpusat di Polres.

Sementara satgas hanya melakukan pengetatan protokol kesehatan di dua hari, yakni pada malam Natal yang sudah dilakukan belum lama ini dan Tahun Baru nanti.

“Jadi hanya dua hari yang kita lakukan penjagaan ketat di lapangan. Untuk saat malam Natal sendiri, alhamdulillah sudah berjalan dengan aman dan kondusif. Kalau dari Polres memang efektif mulai 23 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022,” jelasnya.

Ia mengemukakan, untuk kesiapsiagaan saat malam Natal kemarin, sedikitnya terdapat 12 personel gabungan yang menjaga satu titik tempat ibadah.

Kemudian di samping itu ada tim yang melakukan patroli untuk memantau titik yang berpotensi terdapat kerumunan.

Baca juga: Tidak Ada Penyekatan Saat Pergantian Tahun 2021 di Kaltim, Hanya Pengaturan Arus Lalin

“Jadi kami melakukan penjagaan apakah sudah taat prokes atau tidak. Karena inti dari surat edaran kita menindaklanjuti Intruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 Tahun 2021, supaya pelaksanaan Natal kemarin dan Tahun Baru nanti dapat terselenggara secara aman dengan prokes yang diperketat,” tambahnya.

Thamrin memastikan, satgas tidak akan menutup pedagang yang berjualan di sepanjang titik keramaian, tetapi hanya melakukan pengetatan protokol kesehatan.

“Yang kami waspadai adalah di malam Tahun Baru nanti. Termasuk juga cafe, tepian Jalan Pulau Derawan maupun Jalan Ahmad Yani,” tegasnya.

Di samping itu, Thamrin juga menyampaikan bahwa berdasarkan edaran terdapat poin yang menyatakan menutup semua alun-alun atau lapangan, termasuk di dalamnya akan menutup fasilitas sarana gedung GOR Graha Pemuda pada 31 Desember hingga 1 Januari 2022.

Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru di Kutim, Tak Ada Penyekatan tapi Tempat Wisata Ditutup

"Jadi seluruh jajaran pemerintah daerah hingga Tim Satgas Gabungan agar meningkatkan kesiapsiagaan dan keterlibatan aktif dalam mencegah dan mengatasi aktivitas publik yang dapat mengganggu ketentraman dan ketertiban masyarakat," tuturnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved