Virus Corona di Kaltim

Wagub Hadi Mulyadi Optimis Vaksinasi Covid-19 di Kaltim Selesai Sebelum Juli 2022

Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Wagub Kaltim), Hadi Mulyadi bersyukur cakupan vaksinasi Covid-19

Editor: Budi Susilo
Freepik designed by starline
Ilustrasi virus Corona. Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Wagub Kaltim), Hadi Mulyadi bersyukur cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kalimantan Timur, mencapai 82 persen. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Wagub Kaltim), Hadi Mulyadi bersyukur cakupan vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Kalimantan Timur, mencapai 82 persen.

Hal tersebut tercapai karena banyaknya perwakilan organisasi serta dinas yang ada di Kaltim menggenjot program vaksinasi.

Meskipun begitu ia mencatat cakupan dosis kedua harus digenjot. Sebab cakupan vaksin dosis kedua baru mencapai 60 persen.

Apalagi pemerintah pusat menargetkan Juli 2022 cakupan vaksinasi harus mencapai di atas 70 persen di seluruh Indonesia.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kaltim, Balikpapan dan Berau Tambah Kasus Covid-19, Mahulu Zona Hijau

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kaltim, tak Ada Kasus Meninggal Dunia karena Covid-19

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kaltim, Gubernur Isran Noor Minta Warga Patuhi Protokol Kesehatan

Tujuannya untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 di masing-masing daerah di dalam negeri.

"Seharusnya juli 2022 targetbya. 80 persen sudah lebih cepat itu. Juli 2022 100 persen untuk 70 persen penduduk. Begitu lah maksudnya," ucap Hadi Mulyadi.

Ia pun optimis Kaltim bisa mencapai target tersebut sebelum bulan Juli.

"Untuk Indonesia. Sudah 80 persen, kita optimis capai 100 persen di Juli 2022," kata Wagub Hadi Mulyadi Kamis (30/12/2021).

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kaltim, Penambahan Drastis Kasus, Samarinda Susul Balikpapan Jadi Zona Merah

Hanya saja untuk mencapai itu distribusi vaksin dari pusat terus digenjot. "Tergantung suplai vaksin," ucap Hadi Mulyadi.

Sementara itu dari data Dinke Kaltim per tanggal 29 Desember 2021, untuk dosis pertama mencapai 82 persen. Sedangkan untuk dosis kedua mencapai 60,66 persen.

Jika menilik dari data di atas ada selisih sekitar 21,34 persen antara dosis pertama dan kedua. Plt Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Masitah, Kamis (30/12/2021) mengatakan ada beberapa faktor dosis kedua masih belum mencapai target Herd Immunity 70 persen.

Faktor pertama adalah distribusi vaksin dari pusat ke daerah. Ia menyebut distribusi vaksin tergantung dari pengiriman Pemerintah pusat.

Faktor kedua adalah jenis vaksin yang disuntikkan saat dosis pertama. Ia menyebut vaksin dosis kedua tidak bisa disuntikkan sembarang vaksin. Misalkan dosis pertama vaksin Sinovac maka dosis kedua Sinovac. Ataupun vaksin dosis pertama Astra Zeneca maka dosis kedua harus sama.

Selain itu masing-masing vaksin memiliki rentang waktu untuk disuntikkan kembali dosis kedua. "Kemudian setiap vaksin ada aturannya. Mau vaksin kedua karena jaraknya paling lama.Dosis kedua mesti tiga bulan. Banyak faktor kenapa belum vaksin. Belum saat itu bisa divaksin," ucap Masitah.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved