Pesona Borneo
Museum & Gallery Batu Cermin Samarinda, Objek Wisata Baru Hadirkan Suasana dan Pengalaman Khas Dayak
Museum & Gallery Batu Cermin Samarinda, Objek Wisata Baru Hadirkan Suasana dan Pengalaman Khas Dayak
Penulis: Nevrianto |
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Museum & Gallery Batu Cermin Samarinda, objek wisata baru hadirkan Suasana dan pengalaman khas Suku Dayak.
Di kawasan perbatasan Samarinda -Kabupaten Kutai Kartanegara, terdapat satu tempat pengembangan daya tarik wisata yakni Museum & Gallery Batu Cermin, di Jalan Batu Cermin RT 07 Kelurahan Sempaja Utara Samarinda Kalimantan Timur.
Kawasan ini berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara.
Museum & Gallery Batu Cermin bisa dicapai dengan waktu tempuh perjalanan dari pusat kota sekitar satu jam jika tak macet.
Ketua DPC Perhimpunan Usaha Taman Rekrekasi Indonesia (PUTRI) Samarinda, Sheila Achmad dan rekan-rekannya, Aris dan Lita yang berkunjung merasa kagum dengan potensi wisata budaya Museum & Gallery Batu Cermin.
"Meskipun Bapak Syaharie Jaang membangun Lamin dan Museum dengan dadakan tapi ini luar biasa sangat detail ornamen sekecil apapun dikerjakan. Ini sangat membangkitkan pariwisata representatif menghadirkan khas budaya Dayak," ujar Sheila yang saat itu disambut Kabid Pengembangan Destinasi Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata Samarinda, Agnes Gering Belawing dan Syaharie Jaang.
Wisatawan bisa coba pengalaman mengesankan tradisional khas Suku Dayak seperti membuat air tebu yang tak bakal ditemui wisatawan di tempat lain.
Berdasarkan informasi ASITA Samarinda, sudah ada ada 13 potensi wisata yang siap di Samarinda dan DPC PUTRI Samarinda selanjutnya Museum & Gallery Batu Cermin siap untuk jadi destinasi wisata.
Museum & Gallery Batu Cermin sudah memiliki fasilitas toilet, mushalla, tempat parkir memadai, pembenahan jalan yang sudah disemenisasi.
Atraksi dan kuliner dan khas juga pernah ditampilkan pada 28 November lalu berupa ritual Hudoq Kawit.
Menghadirkan ratusan Hudoq dan dikenalkan pada pengunjung.
Pemilik Museum & Gallery Batu Cermin Syaharie Jaang yang juga mantan Walikota Samarinda ingin memajukan Batu Cermin, Sempaja Samarinda Utara agar tak tertinggal dengan daerah lain.
Awalnya ia membangun lamin dan rumah berukuran 10x18 meter di lahan 1 hektare kemudian mengumpulkan suvenir tradisional hingga benda-benda koleksi seperti seragam kerja.
Ternyata berkembang menjadi museum.
Selanjutnya dibangun mushalla dan toilet. Akhirnya dikembangkan menjadi objek wisata yang bisa tembus ke kawasan Tenggarong Seberang lantaran akses jalan sudah dicor semen.
Jaang mengakui kegiatan sehari-hari mengumpulkan pernik dan sejumlah barang koleksinya tak cukup di rumah pribadinya di Jalan Adam Malik Sungai Kunjang. Ia berinisiatif membangun lamin.
“Sekaligus mengingat kampung halaman di kawasan Long Pahangai Kabupaten Mahakam Hulu Kalimantan Timur,” ujar Jaang.
Syaharie Jaang melanjutkan semua barang dan atribut tradisional Dayak yang dikoleksi jumlahnya mencapai 100 item.
Termasuk sejumlah foto bersejarah dan baju khas saat bekerja memimpin Kota Samarinda.
Museum & Gallery Batu Cermin identik dengan nuansa khas Dayak secara umum. Namun tampilan luar lebih spesifik Dayak Bahau.
Selain itu di lahan lamin ada sekitar 3 hektare memiliki kebun ditanami buah diantaranya pisang, jambu, sejumlah pohon durian, jenis umbi-umbian singkong, dan ditanami pula ratusan pohon sengon Brasil yang baru ditanami tiga bulan lalu serta pohon ulin.
Juga ada kolam ikan patin yang khas daerah Samarinda Kalimantan Timur. Jadi suasana natural alami tampak terasa.
Selain lamin utama, ada bangunan rumah lain berupa dua kamar dengan fasilitas toilet di dalam kamar.
Bangunannya terbuat dari ulin.Tetap menonjolkan ukiran dan struktur bangunan khas Dayak.
Bila pengunjung ingin masuk ke rumah bisa masuk melalui tangga dari bagian bawah lamin menggunakan tangga kayu kemudian memasuki pintu geser bisa masuk ke ruangan lamin.
Berkunjung ke Museum & Gallery Batu Cermin membuka mata pengunjung betapa uniknya adat dan budaya Suku Dayak, terutama Dayak Bahau. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/museum-gallery-batu-cermin_7.jpg)