Berita Nasional Terkini

Satgas Operasi Madago Raya Diperpanjang, Kapolda Sulteng Minta Empat DPO MIT Serahkan Diri

Empat buronan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, yakni Suardin alias Farhan alias Abu Farhan dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang alias Basir

Editor: Samir Paturusi
INTERNET
Ilustrasi- Empat buronan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, yakni Suardin alias Farhan alias Abu Farhan dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang alias Basir, serta dua dari Bima NTB yaitu Jafar alias Pak Guru alias Askar dan Imam alias Galuh alias Nae, diminta untuk menyerahkan diri. 

TRIBUNKALTIM.CO- Empat buronan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso, yakni Suardin alias Farhan alias Abu Farhan dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang alias Basir, serta dua dari Bima NTB yaitu Jafar alias Pak Guru alias Askar dan Imam alias Galuh alias Nae, diminta untuk menyerahkan diri.

Hal ini menyusul telah kembali diperpanjang Satgas Operasi Madago Raya pada 2022.

"TNI-Polri sementara terus bekerja untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat dan tokoh agama guna menurunkan para DPO agar menyerahkan diri, tetapi sampai sekarang belum ada, sehingga harus terus dicari," kata Kapolda Sulawesi Tengah Irjen Rudy Sufahriadi dalam keterangannya, Sabtu (1/1/2022).

Di sisi lain, Rudy mengapresiasi torehan Satgas Madago Raya yang berhasil melumpuhkan 5 dari 9 teroris MIT Poso pada 2021 lalu.

Baca juga: KKB Papua Makin Brutal, Ini Sejarah Awal Kelompok Teroris Tebar Teror Hingga Korban Jiwa Berjatuhan

Baca juga: Kronologi Lengkap TNI-Polri vs Kelompok Teroris Poso, Ngeri! Ledakan Bom hingga Peluru Tembus Kepala

Baca juga: TERBARU Jajaran Jenderal Listyo Sigit Sebut Kelompok Teroris Poso Terjepit, Ali Kalora dalam Bahaya!

Apalagi, satu di antaranya merupakan pimpinan MIT Poso Ali Kalora.

"Hal yang menonjol selama tahun 2021 terkait penanganan terorisme, di antaranya adalah keberhasilan menangkap lima dari sembilan DPO teroris Poso, antara lain Ali Kalora dan Jaka," jelasnya.

"Masih ada empat sisa DPO teroris Poso, dua dari Poso yaitu Suardin alias Farhan alias Abu Farhan dan Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang alias Basir, serta dua dari Bima NTB yaitu Jafar alias Pak Guru alias Askar dan Imam alias Galuh alias Nae," sambungnya.

Ke depannya, kata Rudy, pihaknya akan segera merumuskan operasi Satgas Madago Raya untuk 2022 mendatang. Ia menuturkan pihak kepolisian akan fokus melakukan pendekatan soft approach.

Baca juga: Nasib Panglima Teroris Poso Ali Kalora, Evakuasi Jenazah Tak Mudah, Mahfud MD Bongkar Kekejian MIT

"Operasi Madago Raya tahun 2022 akan mengedepankan tindakan soft approach, bagaimana cara bertindak ini semua sementara dirumuskan," ujarnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Polisi Minta 4 Buronan MIT Poso, Suardin, Ahmad Gazali, Jafar dan Imam Menyerahkan Diri, https://www.tribunnews.com/nasional/2022/01/01/polisi-minta-4-buronan-mit-poso-suardin-ahmad-gazali-jafar-dan-imam-menyerahkan-diri

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved