Berita Kaltim Terkini

Faktor Libur Tahun Baru, Bank Indonesia Sebut Inflasi di Kaltim Capai 2,15 Persen

Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Timur (BI Kaltim) mengeluarkan rilis inflasi di bulan Desember 2021

TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim Tutuk S.H. Cahyono memaparkan tentang laju inflasi di tahun 2022 di ruang kerjanya, Rabu (5/1/2022) sore. TRIBUNKALTIM.CO/JINO PRAYUDI KARTONO 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Bank Indonesia Wilayah Kalimantan Timur (BI Kaltim) mengeluarkan rilis inflasi di bulan Desember 2021.

Dari rilis yang diterima TribunKaltim.Co, Kamis (6/1/2022) menyebut Kaltim mengalami Inflasi sebesar 2,15 persen di tahun 2021 kemarin.

Kepala kantor perwakilan BI Kaltim Tutuk SH Cahyono mengatakan Indeks Harga Konsumen (IHK) Kaltim pada Desember 2021 tercatat inflasi sebesar 0,68 persen secara bulanan (mtm).

Hal tersebut lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya yaitu sebesar 0,17 persen secara bulanan (mtm).

"Pencapaian ini membuat inflasi Kaltim untuk keseluruhan tahun 2021 tercatat sebesar 2,15 persen secara tahunan (yoy). Lebih tinggi dibandingkan tahun 2020 yang tercatat 0,78 persen secara tahunan (yoy) dan capaian nasional yang berada pada pada 1,87 persen secara tahunan (yoy)," kata Tutuk SH cahyono

Baca juga: ShopeePay Terima Penghargaan Bank Indonesia: Penyedia Jasa Pembayaran QRIS Non-Bank Terbaik 2021

Baca juga: Bank Indonesia Balikpapan dan Masyarakat Ekonomi Syariah Gelar Festival Balikpapan Go Halal

Baca juga: Bank Indonesia Balikpapan Bagikan Tips Cara Kelola Keuangan Keluarga

Ia menyebut inflasi Kaltim 2021 masih berada dalam rentang target inflasi nasional sebesar 3,00.

Atau inflasi ini kurang lebih 1 persen berdasarkan kelompok pengeluarannya.

Adapun, inflasi Desember 2021 utamanya bersumber dari kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman dan tembakau setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi.

Momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru mendorong peningkatan permintaan masyarakat terhadap kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Tingginya permintaan masyarakat saat Nataru kemarin menjadi penyumbang inflasi di Kaltim.

"Kelompok makanan, minuman dan tembakau tercatat mengalami inflasi sebesar 1,78% (mtm) setelah pada bulan sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,12% (mtm), di mana kelompok ini merupakan kelompok dengan tingkat inflasi tertinggi pada bulan Desember 2021," sebut Tutuk.

"Kami memproyeksikan sekitar triwulan IV itu, masih cukup bagus, tapi relatif agak lambat. Kenapa, karena kita tahu harga batu bara itu puncaknya sudah lewat. Tetapi masih didukung dengan kegiatan nataru," katanya lagi.

Selain itu, cabai rawit merupakan komoditas utama penyumbang inflasi Kaltim bulan ini dengan andil 0,26% (mtm) terhadap pembentukan inflasi Kaltim.

"Inflasi pada kelompok tersebut disebabkan oleh peningkatan aktivitas dan permintaan masyarakat, terhadap komoditas bahan pangan strategis pada momen libur HBKN Nataru di tengah musim panen yang telah berlalu di daerah sentra produksi," kata Tutuk.

Sementara itu kelompok transportasi juga menjadi penyumbang inflasi terbesar setelah kelompok bahan makanan, minuman dan tembakau. Kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 1,39% (mtm) lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 1,30% (mtm).

Baca juga: Bank Indonesia Gelar Awarding Day, Tutup Festival Non Tunai Balikpapan 2021

Adapun komoditas utama penyumbang inflasi dari kelompok tersebut adalah tarif angkutan udara dengan tingkat inflasi sebesar 9,85% (mtm) serta andil inflasi sebesar 0,15% (mtm).

Peningkatan inflasi pada kelompok transportasi disebabkan oleh berlanjutnya peningkatan mobilitas masyarakat di bulan Desember 2021, seiring dengan kasus Covid-19 yang terus melandai di Indonesia maupun Kaltim.

"Masih terasa jejak-jejak Covid-19, yang membuat perekonomian Kaltim di 2021 itu sempat mengalami negatif. Awal 2021 negatif, tetapi akhirnya bagus terus. Positif di triwulan kedua 2021," pungkasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved