Berita Berau Terkini

Kehilangan Potensi PAD Sebesar Rp 600 Juta di Kakaban Aquatic Berau

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Berau mengklaim kehilangan potensi Pendapatan Asli Daerah

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Kolam Renang Kakaban Aquatic Berau, Kalimantan Timur. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Berau mengklaim kehilangan potensi Pendapatan Asli Daerah. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Berau mengklaim kehilangan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 600 juta sepanjang 2021 dari pengelolaan kolam renang Kakaban Aquatic.

Aset Pemda yang dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Berau itu dikatakan terpaksa tutup total akibat kebijakan pembatasan aktifitas publik yang diberlakukan pemerintah dalam merespon lonjakan kasus wabah pegebluk Covid-19.

"Harusnya kita Rp 600 juta dari pengelolaan kolam renang Kakaban Aquatic yang di depan kantor DPRD Berau. Tapi jadi nol, karena tutup total selama 2021," ujar Kepala Bapenda Berau, Sri Eka Takariyati, Jumat (7/1/2022).

Menurutnya, wahana olahraga air di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Tanjung Redeb itu, hanya salah satu contoh hilangnya kesempatan bagi daerah untuk memungut pundi-pundi uang menambah nilai pendapatan.

Baca juga: Pemkab Berau Diminta Awasi Pembangunan Resort di Pulau Kaniungan di Bidukbiduk

Baca juga: PAD Berau Diprediksi Turun Drastis Akibat Pandemi Covid-19, Ini Saran Ketua DPRD

Baca juga: Vaksinasi Dosis Pertama Capai 73 Persen, Pemkab Berau Optimistis Bisa Capai PPKM Level 1

Itu diakibatkan gempuran virus SARS-CoV-2 dan menyebabkan pandemik selama hampir dua tahun.

"Jadi potensi kita sangat-sangat banyak berkurang ini kemarin dengan adanya pandemik Covid-19 ini," ujarnya. 

"Bayangkan kolam renang saja bisa sampai Rp 600 juta itu. Tapi tidak terealisasi sama sekali," katanya.

Lebih lanjut dia menceritakan, mulanya fasilitas tersebut sudah direncanakan untuk kembali dioperasikan pada Agustus 2021 lalu.

Baca juga: Pemkab Berau Diminta Lebih Serius Cari Sumber PAD di 2022 Mendatang

Namun lonjakan eskalasi kasus positif Covid-19 kembali menggagalkan rencana itu. Hingga akhirnya kolam renang ditutup total sampai akhir tahun.

"Walaupun sudah kita turunkan targetnya, karena ada rencana buka pertengahan tahun lalu, tapi akhirnya nol juga," ujarnya.

Kasian juga pengelolanya, karena katanya belum bisa buka.

"Pada saat mau buka kemarin terus kasus naik lagi, akhirnya ditutup total,” bebernya.

Ke depan, Sri Eka berharap ada kabar menggembirakan dari situasi penanganan pandemik Covid-19 di Indonesia khususnya Kabupaten Berau.

Supaya otoritas pengelola bisa segera mempertimbangkan untuk kembali membuka operasional fasilitas kolam renang.

Untuk kembali membuka peluang bergambahnya pendapatan.

"Mudah-mudahan tahun 2022 ini bisa buka ya. Supaya kita ada pemasukan kembali dari aset itu," pungkasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved