“Sahabat Pongo”, Novel Cerita Keseruannya Anak-anak di Kutai Barat

Novel ini bercerita tentang kakak beradik yang berteman dengan seekor anak orangutan yang ditinggal mati induknya akibat dibunuh oleh pemburu.

Editor: Sumarsono
IST
Ilustrasi Novel "Sahabat Pongo" 

Bukan hanya merupakan cerita tentang persahabatan antara manusia dan hewan saja. Tapi juga mengandung unsur-unsur pendidikan kepada anak-anak tentang program pelestarian orangutan yang sudah semakin langka.

Persahabatan antara kedua kakak beradik yang sangat mencintai sahabat mereka ini, juga sering terjadi di masyarakat kita.

Di mana masih ada masyarakat yang menjadikan orangutan sebagai hewan peliharaan mereka di rumah.  

Novel pertemanan kedua kakak beradik Simpun dan Bungai yang menemukan seekor anak orangutan yang ditinggal mati induknya akibat dibunuh oleh pemburu orangutan saat sedang bermain di hutan. 

Mereka kemudian membawa anak orangutan itu pulang ke rumah dan merawat anak orangutan itu.

Anak orangutan itu mereka beri nama  “Pongo”. 

Baca juga: Viral Orangutan Masuk ke Areal Perusahaan Sawit di TaliSayan, Pencarian BKSDA Kaltim masih Nihil

Sosok orangutan tiba-tiba menampakan dirinya sambil berjalan menyusuri sungai di kawasan Borneo Orangutan Survival Foundation atau BOSF Samboja, Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur
Sosok orangutan tiba-tiba menampakan dirinya sambil berjalan menyusuri sungai di kawasan Borneo Orangutan Survival Foundation atau BOSF Samboja, Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (TribunKaltim.CO/Zainul)

Hampir setiap hari mereka bersama anak orangutan tersebut, dari bermain sampai membawa anak orangutan itu ke sekolah.

Meskipun anak oranutan itu sering menimbulkan masalah. Namun tiada hari tanpa bersama sahabat mereka itu.

Orangutan adalah satwa yang dilindungin, karena sudah hampir punah.  Hingga suatu hari petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melihat pertemanan kedua kakak beradik itu dengan anak orangutan itu.

Petugas itupun mengikuti kedua kakak beradik yang hendak pulang ke rumah itu.

Setelah mengetahui rumah kedua kakak beradik itu petugas itu pergi meninggalkan mereka.

Tak beberapa lama kemudian petugas itu datang ke rumah mereka bersama rombongan petugas-petugas Kantor BKSDA yang datang untuk menyita anak orangutan itu.

Terjadi pertengkaran hebat antara petugas BKSDA dengan kedua kakak beradik itu. Meski alot, petugas BKSDA itupun akhirnya berhasil menyita anak orangutan itu dan membawanya pergi.

Baca juga: Lembaga Konservasi Orangutan Peduli Penanganan Pandemi Covid-19, Puskesmas di Muara Wahau Dibantu

Kedua kakak beradik itu berusaha mencari ke mana sahabatnya dibawa, dan mereka berencana untuk mengambilnya lagi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved