Breaking News:

Berita Kaltim Terkini

Agenda Pupuk Kaltim dan KLHK Menekan Deforestasi, Memulihkan Lahan Bekas Tambang

Peningkatan peran dalam menekan deforestasi dan potensi kerusakan lainnya menjadi perhatian PT Pupuk Kalimantan Timur

Editor: Budi Susilo
TRIBUN KALTIM.CO/CHRISTOPER D
Ilustrasi lubang bekas tambang batu bara seluas kurang lebih 2 Ha di Jalan Manunggal 1, RT 17, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran jadi tempat korban tenggelam, Jumat (31/5/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Peningkatan peran dalam menekan deforestasi dan potensi kerusakan lainnya menjadi perhatian PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), diantaranya melalui perbaikan kualitas lingkungan dan pemulihan sumberdaya hutan maupun lahan.

Upaya tersebut merupakan wujud komitmen PKT terhadap Gerakan Satu Juta Pohon yang diperingati setiap 10 Januari, melalui berbagai langkah nyata secara berkesinambungan seperti penanaman pohon hingga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga populasi hutan.

Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi mengungkapkan, salah satu upaya yang dilakukan perusahaan melalui kerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) adalah kolaborasi pemulihan lahan bekas tambang yang berjalan sejak 2020.

Langkah konkret yang dilaksanakan berupa demplot pohon Tengkawang dan durian Musang King pada lahan bekas tambang di Arboretum Tengkawang Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat, bertepatan dengan Hari Pohon Sedunia pada November 2021.

Baca juga: Walhi Kaltim Sebut Deforestasi Naik 200 Ribu Hektar Per Tahun

Baca juga: ADA KABAR Gembira COP26 buat Masyarakat Adat, 100 Pemimpin Dunia Berjanji Akhiri Deforestasi di 2030

Baca juga: Komitmen Terhadap Lingkungan dan Masyarakat, Pupuk Kaltim Raih Propernas Emas Ke-5 dari KLHK

Kawasan tersebut diketahui mengalami kerusakan akibat aktivitas tambang emas ilegal, dengan luasan mencapai 8,77 hektare.

Pada demplot ini, PKT berperan melakukan rehabilitasi dan restorasi lahan agar dapat dimanfaatkan kembali sesuai fungsinya.

Sehingga ke depan berbagai jenis pohon dapat tumbuh kembali secara baik dan produktif.

Selain itu PKT juga melakukan demplot serupa di lahan bekas tambang batubara di Kelurahan Makroman Samarinda Kalimantan Timur, agar keberadaan hutan sebagai tatanan ekosistem dalam mencegah timbulnya pemanasan global dapat tercapai secara optimal, dengan mengembalikan fungsi hutan melalui penanaman bibit dan restorasi lahan.

Baca juga: Adaptif Terhadap Perubahan, Pupuk Kaltim Raih Dua Penghargaan Human Capital & Performance Award 2021

"Berbagai inovasi dalam menjaga lingkungan dan ekosistem sengaja dilakukan PKT, agar generasi akan datang tetap bisa menikmati sumber daya alam, serta kualitas lingkungan yang baik," ujar Rahmad Pribadi.

PKT juga melakukan reintroduksi 1.651 anggrek hitam yang merupakan tanaman endemik khas Kalimantan ke Taman Nasional Kutai (TNK) sejak 2019, serta mempertahankan eksistensi 14 jenis tanaman langka.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved