Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Dunia Usaha Diharap Mengerti dan Dukung Instruksi Terkait Penanganan Covid-19 di Samarinda

Dunia usaha di Kota Samarinda, Kaltim, diharap bisa mengerti adanya perpanjangan pengetatan terhadap kegiatan masyarakat di tempat umum

TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Jajaran kepolisian saat memberi imbauan Instruksi Wali Kota Nomor 1 Tentang PPKM Level 2 di Kota Samarinda yang berlaku hingga 17 Januari 2022 di sebuah cafe kawasan Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, Kaltim.TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA- Dunia usaha di Kota Samarinda, Kaltim, diharap bisa mengerti adanya perpanjangan pengetatan terhadap kegiatan masyarakat di tempat umum, pusat perbelanjaan hotel, dan beberapa tempat lain.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Kabid Trantibum) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Samarinda H. Ismail mengungkapkan, hal tersebut lantaran adanya Instruksi Wali Kota Nomor 1 Tentang PPKM Level 2 di Kota Samarinda yang berlaku hingga 17 Januari 2022. 

Dunia usaha dikatakannya sudah memahami dan semestinya tetap patuh pada aturan yang berlaku.

Instruksi ini adalah bagian dari perpanjangan sebelumnya, yang mana setiap kegiatan masyarakat diperlukan penerapan pembatasan. 

Pada dasarnya dunia usaha dituntut jadi pelopor agar selalu menjaga protokol kesehatan (prokes) yang berlaku. 

Baca juga: Pemkot Samarinda Lakukan Pengetatan, THM Dilarang Datangkan Artis dan Rayakan Tahun Baru

Baca juga: Berlaku Mulai Besok, Aturan Pengetatan Selama Libur Natal dan Tahun Baru, Instal PeduliLindungi

Baca juga: Andi Harun Larang Perayaan Tahun Baru di Ruang Publik dan Tempat Umum, Pengetatan Diberlakukan

"Saat ini rata-rata pemilik usaha sudah paham dengan instruksi ini. Kami dari Satpol-PP juga tak mungkin menjaga 24 jam. Tentu peran pelaku usaha diharapkan maksimal agar sama-sama menjaga," terangnya, Rabu (12/1/2022) hari ini.

"Kami juga dibantu TNI-Polri disetiap wilayah dalam menertibkan masyarakat semisal di cafe atau warung-warung," imbuhnya.

Dalam instruksi tersebut, memaparkan warteg, pedagang kaki lima, dan lapak sejenisnya boleh buka hingga pukul 22.00 WITA, dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, memakai masker serta mencuci tangan. 

"Boleh makan di tempat namun dibatasi dua orang per-meja. Termasuk, restoran dan cafe, baik yang di tempat sendiri serta di pusat perbelanjaan (mall), melayani makan di tempat dengan batasan 50 persen dari kapasitas ruangan," papar H. Ismail.

Di pusat perbelanjaan juga dibatasi maksimal hingga 22.00 WITA. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved