Breaking News:

Berita Samarinda Terkini

Cegah Antrean Solar, Pemkot Samarinda akan Berlakukan Fuel Card bagi Angkutan Truk

Pemerintah Kota Samarinda melakukan upaya untuk mengurangi antrean BBM truk solar di setiap SPBU dengan rencana penerapan Fuel Card.

Penulis: Hanifan Ma'ruf | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO
Antrean truk solar di SPBU Samarinda, Pemkot Samarinda berencana akan menerapkan penggunaan Fuel Card untuk pengisian solar bersubsidi di SPBU kota Samarinda. TRIBUNKALTIM.CO/NEVRIANTO HARDI PRASETYO 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pemerintah Kota Samarinda melakukan upaya untuk mengurangi antrean BBM truk solar di setiap SPBU dengan rencana penerapan Fuel Card.

Fuel Card tersebut berfungsi sebagai penanda kendaraan truk yang boleh mengisi solar bersubsidi, agar penyaluran BBM solar bersubsidi dipastikan tepat sasaran.

Pemkot Samarinda sedang menata konsep penerapan Fuel Card ini yang nantinya akan disosialisasikan kepada pengemudi angkutan truk melalui masing-masing asosiasinya.

Asisten II Pemkot Samarinda, Nina Endang Rahayu mengatakan, konsep Fuel Card ini akan diajukan terlebih dahulu kepada walikota yang selanjutnya akan dilakukan pendataan kepada kendaraan truk oleh OPD terkait.

"Dua minggu ini kita akan lakukan pendataan, nanti rencana soft launchingnya awal Februari," ungkap Nina Endang Rahayu di Balaikota, Kamis (13/1/2022).

Baca juga: Tempatkan SPBU Mini di Trotoar, Petugas Satpol PP Samarinda Siap Angkut

Baca juga: Akibat Pertalite Langka, Antrean Pertamax di Balikpapan Mengular, SPBU di Karang Joang Malah Lumpuh

Setiap pengemudi atau pemilik kendaraan truk akan memegang satu Fuel Card yang mencantumkan nomor polisi yang  sesuai dengan kendaraan tersebut.

"Kita data misalnya dari Dishub kepada asosiasi angkutan truknya ada berapa kendaraan, jadi Fuel Card dibagikan kepada mereka sesuai dengan nomor platnya, jadi tidak bisa digunakan oleh kendaraan lain," tutur Nina Endang Rahayu lebih lanjut.

Maka itu, kendaraan yang tidak termasuk dalam daftar yang boleh menerima solar bersubsidi, seperti truk untuk keperluan pertambangan dan perkebunan serta dump truck tidak akan mendapatkan kartu tersebut untuk melakukan pengisian solar di SPBU.

Selain itu, Fuel Card juga akan berfungsi untuk memastikan batas pengisian solar subsidi per hari kepada masing-masing kendaraan.

Adapun pembatasan pengisian solar subsidi adalah maksimal 40 liter untuk kendaraan roda empat pribadi, 80 liter untuk kendaraan roda empat angkutan umum dan angkutan barang, serta maksimal 200 liter untuk kendaraan roda 6 ke atas.

Baca juga: Pasca Kejadian Motor Mogok usai Isi BBM, Disperindag Kutim Periksa SPBU APT Pranoto, Ada Human Error

"Nanti dengan adanya kartu itu, jika pengisian solar subsidi sudah memenuhi batas maksimal maka sudah tídak bisa lagi," ucap Kepala Bagian Ekonomi Pemkot Samarinda, Dinvi Kurniadi.

Fuel Card itu akan diterbitkan oleh PT. Pertamina dan rencananya akan berlaku di seluruh SPBU di Kota Samarinda. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tRibunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved