Breaking News:

OTT KPK di PPU

Kepala Disdikpora PPU Ungkap Terakhir Komunikasi dengan JM, Stafnya yang Ikut Dicokok KPK

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Alimuddin mengungkapkan kapan terakhir berkomunikasi bar

Penulis: Dian Mulia Sari | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI
Alimuddin, Kepala Disdikpora PPU. Ia mengaku tidak mengetahui persoalan yang terjadi terhadap stafnya, JM yang ikut dicokok KPK. TRIBUNKALTIM.CO/DIAN MULIA SARI 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Alimuddin mengungkapkan kapan terakhir berkomunikasi bareng Kepala Bidang Sarana dan Prasaran, Disdikpora PPU, Jusman.

Seperti diketahui, Jusman atau JM bersama lima tersangka lainnya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui konferensi pers pada Kamis (13/1/2022) malam.

Alimuddin mengungkapkan komunikasi terakhir bersama dengan stafnya tersebut pada Rabu (12/1/2022) malam.

"Saya komunikasi dengan pak Kabid itu Rabu malam," ujar Alimuddin, Jumat (14/1/2022).

Saat ditanyai terkait apakah ada kecurigaan antara kepala dinas dengan stafnya tersebut, Alimunddin mengaku tidak mengetahui persoalan yang terjadi terhadap JM.

Baca juga: KRONOLOGI LENGKAP OTT Bupati PPU, Kumpulkan Fee Proyek hingga Rp950 Juta, AGM Resmi Tersangka KPK

Baca juga: Bupati PPU Kena OTT KPK, Wabup Hamdam Sebut Sudah Lama tak Komunikasi Dengan AGM

"Saya nggak ngerti sampai saat ini juga saya nggak ngerti persoalan-persoalan yang terjadi," ujarnya.

Usai JM ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi, Alimuddin mengaku akan mengalihkan seluruh kegiatan-kegiatan yang telah di kuasa pengguna anggaran (KPA) kepada JM akan segera dialihkan kepada dirinya.

"KPA kan yang saya serahkan ke beliau saya harus ambil alih. Harapan kita semua pada rekan-rekan kita, Pak Bupati dan semuanya, mudah-mudahan diberikan kekuatan untuk menghadapi persoalan ini. Insha Allah akan dihadapi dengan baiklah," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, selain JM terdapat enam orang lainnya yang telah ditetapkan sebagi tersangka di antaranya sebagai pemberi suap, yaitu AZ dari swasta, sedangkan sebagai penerima suap, yakni AGM, Bupati PPU periode 2018-2023, MI sebagai Plt. Sekda PPU, EH Kepala Dinas PUPR PPU dan NA dari swasta yaitu Bendahara Mmum DPP Partai Demokrat Balikpapan. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tRibunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved