Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Capres Pilihan Jokowi Mulai Kelihatan? Pengamat: Prabowo, Anies & Ganjar Saat ini Belum Menjanjikan

Siapa calon Presiden (capres) pilihan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang? simak ulasannya

Editor: Doan Pardede
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO-GARRY LOTULUNG-RODERICK ADRIAN
Kolase foto Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Ganjar Pranowo, Sandiaga Uno, dan Agus Harimurti Yudhoyono (kiri ke kanan). 

TRIBUNKALTIM.CO - Siapa calon Presiden (capres) pilihan Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang?

Pengamat politik Burhanuddin Muhtadi menilai, Presiden Joko Widodo tidak akan terburu-buru dalam menentukan sosok yang akan ia pilih sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 mendatang.

Menurut Burhanuddin, Jokowi masih membuka pintu bagi seluruh sosok yang akan maju menjadi capres karena situasi perpolitikan menjelang 2024 masih sangat cair.

Dan tentunya, kata Burhanuddin, Jokowi tak akan gegabah dan akan penuh perhitungan dalam menentukan pilihannya tersebut.

Baca juga: Dulu Nyaris Cawapres Jokowi, Mahfud MD Akhirnya Buka-bukaan Ungkap Kemungkinannya Maju Pilpres 2024

Baca juga: Akhinya Terkuak Rencana Anies Baswedan Setelah Tak Lagi Gubernur DKI, Jalan ke Pilpres Makin Terjal?

Baca juga: Survei Cawapres di Pilpres 2024, Erick Thohir & Sandiaga Uno Bersaing, Eks Bos Inter Milan Populer

"Saya kira Presiden Jokowi tidak akan gegabah untuk menentukan capres pilihannya. Terlalu dini karena bagaimanapun situasi masih sangat cair dan saya kira he's not closing the doors for anyone," kata Burhanuddin dalam program Satu Meja Kompas TV, Rabu (12/1/2022) malam.

Lebih lanjut, Burhanuddin menilai, ada tiga faktor yang membuat Jokowi dapat menjadi sosok penentu atau king-maker pada Pilpres 2024 mendatang.

Faktor pertama adalah tingkat penerimaan publik atau approval rating terhadap Jokowi yang tinggi.

"Sekarang 71,4 persen, kalau kita lihat data dari Political Intelligence Global Leaders Approval Rating yang baru dirilis Januari 2022, itu Presiden Jokowi approval rating-nya nomor dua di bawah Modi (PM India, Narendra Modi) di antara 13 negara demokrasi dunia," ujar Burhanuddin, seperti dilansir Kompas.com.

Faktor kedua, lanjut Burhanuddin, tergantung dari jumlah pasangan calon presiden dan wakil presiden yang berkorelasi pada judicial review atas ambang batas pencalonan presiden di Mahkamah Konstitusi.

"Kalau misalnya presidential threshold itu bisa diturunkan, artinya gugatan terkait itu disetujui oleh MK, itu akan membuka kotak pandora. Jadi kemungkinan Presiden Jokowi untuk menjaga agar calon tidak lebih dari 3 itu menjadi sulit dan karenanya posisi beliau sebagai king maker jadi berkurang," kata Burhanuddin.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved