Breaking News:

Virus Corona

Pasien Terpapar Covid-19 di Jepang, Dipersingkat untuk Masa Karantinanya

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan di Jepang, mengharuskan orang yang terinfeksi strain Omicron

Editor: Budi Susilo
kolase tribunkjabar/pixabay.com
Ilustrasi batuk dan virus Covid-19. Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan di Jepang, mengharuskan orang yang terinfeksi strain Omicron menunggu di rumah. 

TRIBUNKALTIM.CO, TOKYO - Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan di Jepang, mengharuskan orang yang terinfeksi strain Omicron menunggu di rumah.

Atau akomodasi tertentu selama 14 hari sejak hari pertama kontak dengan orang yang terinfeksi.

Namun kini meskipun terinfeksi Covid-19, orang tersebut dapat ke luar dalam 7 hingga 9 hari apabila dalam dua kali tes berturut-turut hasilnya negatif.

Nah, kabar terkini, Pemerintah Jepang mempersingkat masa karantina bagi warganya yang terpapar virus corona dari semula 14 hari kini menjadi 10 hari.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kalimantan Timur, Bontang jadi Zona Hijau

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kaltim, Wagub Hadi Mulyadi Beber Tren Covid-19 Terus Menurun

Baca juga: Libur Nataru, Muncul Potensi Varian Delmicron Virus Corona, Gabungan Delta dan Omicron, Respon Pakar

"Mulai hari ini (15/1/2022) lama karantina menjadi 10 hari yang tadinya 14 hari," ungkap sumber Tribunnews.com, Sabtu (15/1/2022).

Selain itu kebijakan terkait antisipasi Covid-19 kini tidak lagi diputuskan oleh pemerintah pusat. Pemerintah daerah sekarang memiliki kebijakan untuk mengambil keputusan sendiri.

Misalnya kebijakan mengenai vaksinasi ketiga (booster) yang harus berjeda 8 bulan sejak vaksinasi kedua, kini boleh berjeda 6 bulan sejak vaksinasi kedua dan pelaksanaannya diserahkan kepada daerah.

Sehingga nantinya kemungkinan akan ada perbedaan jeda waktu di berbagai daerah.

"Sejak kabinet PM Fumio Kishida sepertinya lebih fleksibel saat ini, dari patokan umum yang diberikan pusat, pemerintah daerah dalam pelaksanaan diperkenankan berbeda dalam implementasinya. Tidak seperti kabinet sebelumnya," kata sumber itu.

Menanggapi cepatnya penyebaran strain Omicron, Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan telah mengubah karantina di rumah hanya 10 hari saja.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved