Strategi Ekonomi Pemerintah Jepang Ladeni Covid-19 dari 2020 Hingga 2022

Jepang merupakan salah satu negara maju yang memiliki perekonomian terbesar di dunia, dengan urutan peringkat ketiga setelah Amerika Serikat (USA)

Editor: ade mayasanto
Instagram/fortenado
ILUSTRASI - Center Gai, distrik belanja anak muda di Jepang 

Oleh:

Andy Dwi Cahyono
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

TRIBUNKALTIM.CO - Jepang merupakan salah satu negara maju yang memiliki perekonomian terbesar di dunia, dengan urutan peringkat ketiga setelah Amerika Serikat (USA) dan China. Pada sistem perekonomiannya Jepang menganut sistem perekonomian campuran, yaitu dengan sistem pasar bebas dan terindustrisasi.

Walau negara Jepang memiliki sumber daya alam yang terbatas, namun perekonomiannya sangatlah maju. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan sektor industri Jepang yang mempuni.  Jepang mengekspor berbagai macam barang terutama barang teknologi ke berbagai manca negara.

Namun, pada tahun 2020 perekonomian Jepang mulai merosot. Hal itu terjadi karena Jepang mengalami pandemi Covid-19. Tak hanya negara Jepang saja, pandemi Covid-19 juga dialami banyak negara lainnya.

Dilansir dari CNN, Jepang mengalami kemerosotan ekonomi sebesar 4,8% pada 2020. Pemerintah Jepang saat itu mengambil kebijakan ekonomi dengan menyalurkan stimulus berupa dana sebesar ¥73,6 triliun atau jika dirupiahkan sekitar Rp.9.982,8 triliun (kurs Rp.14.100/$ USD).

Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga mengatakan stimulus itu diberikan untuk melindungi rakyat Jepang. "Kami menyusun paket stimulus untuk membuka jalan bagi pertumbuhan baru, melindungi mata pencaharian masyarakat, serta mempertahankan lapangan kerja dan menjaga kelangsungan bisnis," kata Yoshihide Suga, Selasa (8/12/2020).

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa stimulus diberikan dalam bentuk belanja pemerintah secara langsung sebesar ¥40 triliun. Sisanya akan digunakan dalam bentuk pinjaman tanpa bunga kepada pihak swasta yang termasuk didalamnya berisi subsidi.

Dana stimulus itu juga digunakan untuk mendanai proyek yang berorientasi ramah lingkungan sebesar 20 milliar US Dollar. Harapannya, kebijakan itu bisa membuat Jepang berhasil memperbaiki perekonomiannya sehingga mengalami pertumbuhan sebesar 5,3% pada kuartal ketiga (III).

Upaya itu belum berbuah manis. Lantaran Covid-19 masih terus berlangsung, ekonomi Jepang pun kembali loyo. Jepang mengalami kemerosotan ekonomi lagi sekitar 5,1% pada kuartal pertama. Bahkan, ketika sampai menjelang Olympic Tokyo 2021 kondisi perekonomiannya dilaporkan tidak mengalami perubahan yang signifikan.

Dikutip dari Channel News Asia, pemerintah Jepang mengatakan perekonomian masih menunjukkan kelemahannya di beberapa bagian, meskipun ada sedikit peningkatan di tengah kondisi buruk akibat virus corona.  Jepang hanya mengalami sedikit pertumbuhan ekonomi karena peningkatan secara bertahap dari kegiatan industri ekspor. Itupun terjadi karena ada pemulihan ekonomi luar negeri.

Pada kuartal kedua pemerintah menyatakan bahwa perekonomian Jepang tidak mengalami pertumbuhan. Hal itu dikarenakan negara tersebut harus masih berjuang untuk melawan COVID-19 yang cukup tinggi, khususnya di daerah ibu kota Tokyo dan sekitarnya. Pemerintah Jepang memperkirakan Jepang mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 4,2%. Angka tersebut turun dari ekspansi sebesar 4,6% yang diproyeksikan bulan lalu.

Lalu bagaimana dengan 2022?
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida memperkirakan bahwa perekonomian Jepang akan mengalami kenaikan sebesar 3,03% pada April 2022. Sejumlah kebijakan akan diambil pemerintah. Satu diantaranya adalah memfokuskan pertumbuhan ekonomi pada usaha pengendalian COVID-19 dan terutama pada virus jenis baru, atau yang biasa disebut dengan varian Omicron. Selain itu, Ia berharap pemulihan tersebut akan berpusat pada konsumsi masyarakat.

“Faktor utamanya adalah konsumsi pribadi yang menyumbang lebih dari setengah PDB, yang diperkirakan akan meningkatkan sebagian apa yang disebut dengan “konsumsi balas dendam”. Konsumsi tersebut selama ini tertekan,” ujar Fumio Kishida, Minggu (2/1/2022).

Pemerintah Jepang berupaya mengendalikan penyebaran Omicron dan tetap menempakan ekonomi sebagai upaya pemulihan ekonomi negeri Sakura tersebut.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved