Berita Viral
Buntu, Pencarian Ayah Rohana Abdullah, Gadis Keturunan Indonesia Berstatus Stateless di Malaysia
Pencarian ayah Rohana Abdullah menemui jalan buntu. Hingga kini, gadis keturunan Indonesia ini masih berstatus stateless di Malaysia.
TRIBUNKALTIM.CO - Pencarian ayah Rohana Abdullah menemui jalan buntu.
Status Rohana Abdullah tanpa kewarganegaraan atau stateless di Malaysia agak masih belum menemui titik terang.
Setelah pejabat di Malaysia kesulitan menemukan ayah Rohana Abdullah.
Gadis berusia 22 tahun ini tengah berupaya mendapatkan status warga negara Malaysia.
Pencarian sosok ayah Rohana Abdullah pun dilakukan guna memenuhi sertifikat atau dokumen yang diperlukan.
Sayangnya, pencarian ayah Rohana Abdullah menemui jalan buntu.
Nama Rohana Abdullah, gadis keturunan Indonesia ini jadi viral setelah Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Malaysia menaruh simpati kepadanya.
Curhatan Rohana Abdullah di media sosial mengenai statusnya yang tanpa kewarganegaraan menjadi perhatian Perdana Menteri Malaysia, Datuk Ismail Sabri yang bahkan langsung menelpon.
Baca juga: Ibunya Pulang ke Indonesia saat Rohana Abdullah Usia 2 Bulan, Pejabat Malaysia Sulit Temukan Ayahnya
Diketahui Rohana Abdullah adalah anak dari seorang wanita Indonesia yang menjadi buruh migran di Malaysia.
Ayah Rohana Abdullah sudah meninggalkannya sejak masih kecil.
Sementara ibu kandungnya terpaksa pulang ke Indonesia ketika Rohana Abdullah berusia dua bulan.
Ditinggal ibu kandungnya, Salimah Osman pulang ke Indonesia, Rohana Abdullah dititipkan kepada wanita keturunan Tionghoa, Chee Hoi Lan.
Chee Hoi Lan inilah yang kemudian membesarkan Rohana Abdullah.
Meskipun berbeda keyakinan, namun Chee Hoi Lan memastikan Rohana Abdullah makan makanan halal, belajar mengaji hingga ia tumbuh menjadi seorang Muslim.
Tak Ada yang Tahu Keberadaan Ayah Rohana Abdullah
Dilansir TribunKaltim.co dari Harian Metro Malaysia yang dirilis 17 Januari 2022 lalu, belum ada yang mengetahui keadaan ayah Rohana Abdullah, apakah masih hidup atau sebaliknya.
Baca juga: Pengakuan Ibu Kandung Terpaksa Pulang ke Indonesia, Tinggalkan Rohana di Usia 2 Bulan di Malaysia
Pengurus Majlis Perwakilan Penduduk Zon Batu Gulam, Muszaffar Ghulam Mustakim mengatakan seminggu setelah menerima pengaduan Rohana Abdullah, pihaknya telah mencari ayah kandung gadis itu berdasarkan kartu tanda pengenal.
Sesuai dengan kartu tanda pengenalnya, diketahui ayah Rohana Abdullah berusia 64 tahun.
Ayah Rohana Abdullah tinggal di Taman Koperasi Polis Fasa 2.
"Bagaimanapun, usaha kita untuk mencarinya sejauh ini masih buntu."
"Ada penduduk sekitar yang mengenali bapa Rohana, tetapi tidak ada nomor untuk dihubungi atau tahu siapa saudara mara dia.
Kita akan usahakan lagi," katanya.
Gulam Muszaffar berkata, pihaknya menerima panggilan telepon daripada beberapa pihak yang ingin membantu Rohana Abdullah dan Chee Hoi Lan.
Namun berbagai informasi tersebut sudah tidak sesuai dengan keadaan saat ini.
Pengakuan Ibu Kandung Rohana Abdullah
Setelah pulang ke Indonesia, ibu kandung Rohana Abdullah tidak begitu saja menghilang dari gadis yang mengenakan hijab ini.
Ibu kandung Rohana Abdullah adalah Salimah Osman (52).
Baca juga: Kisah Rohana Abdullah, Gadis Keturunan Indonesia Viral di Malaysia, PM dan Mendagri Janji akan Bantu
Diketahui, Salimah Osman juga pernah menjenguk Rohana Abdullah dan Chee Hoi Lan di Malaysia.
Menelusuri media Harian Metro Malaysia pernah mewawancarai ketiganya secara bersama-sama.
Dari laman hmetro.com.my, di artikel yang berjudul "Jangan Tinggal Agama, Harian Metro mengulas banyak mengenai pernyataan Salimah Osman, ibu kandung Rohana Abdullah.
Dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com, Salimah Osman menyebutkan alasan meninggalkan Rohana Abdullah.
Ketika terpaksa menitipkan Rohana Abdullah kepada Chee Hoi Lan, Salimah Osman menitipkan pesan, jangan tinggalkan agama.
Salimah Osman yang beragama muslim ingin putrinya menjadi seorang muslim juga.
Seperti diketahui, Chee Hoi Lan berbeda agama dengan dirinya.
Setelah itu, mulai dijelaskan soal alasan Salimah Osman harus kembali ke Indonesia.
Salimah Osman mengaku harus kembali ke negara asalnya karena izin tinggalnya di Malaysia telah habis.
Dia mengatakan tidak punya pilihan saat itu karena dia tidak ingin masuk daftar hitam karena tinggal lebih lama di "Negeri Jiran" sehingga memutuskan untuk menyerahkan anaknya untuk dirawat oleh Chee Hoi Lan.
Chee Hoi Lan merupakan salah seorang pengajar di TK tempat Salimah osman bekerja sebagai pekerja kebersihan kala itu.
"Saya tidak punya cara lain."
Saat itu, Laoshi (sebutan guru dalam bahasa Mandarin) mengatakan kepada saya bahwa dia bersedia menjaga Rohana karena saya tidak punya orang lain di sini,” jelas Salimah Osman.
"Setelah dipikir-pikir, saya setuju. Meski enggan, saya harus. Yang saya perintahkan adalah tidak pindah agama (anaknya). Itu saja," tambahnya saat ditemui Harian Metro, Senin.
Salimah Osman mengaku sempat kembali ke Malaysia tidak lama setelah pulang ke Indonesia.
Dia merasa lega ketika mengetahui putrinya dirawat dengan baik oleh Chee Hoi Lan.
Salimah Osman pun menyampaikan terima kasih kepada Chee Hoi Lan yang telah menggantikan posisinya sebagai ibu bagi Rohana Abdullah selama ini.
"Saya berterima kasih kepada Laoshi (Chee Hoi Lan) karena telah menggantikan saya," ucap dia.
Salimah mengaku sebenarnya ingin sekali rutin menjenguk Rohana, tapi tidak bisa melakukannya karena dia merasa bukan termasuk orang mampu.
"Alhamdulillah, dia (Rohana Abdullah) sudah besar dan masih tetap dalam islam. Terima kasih Laoshi (Chee Hoi Lan) telah merawat anak saya dengan baik," katanya.
Baca juga: Viral Kampung Mati di Bekasi, Ketua RT Ungkap Fakta Sebenarnya, Termasuk soal Ada Janda Bunuh Diri
(*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/buntu-pencarian-ayah-rohana-abdullah-gadis-keturunan-indonesia-berstatus-stateless-di-malaysia.jpg)