Berita Nasional Terkini

Akhirnya Komnas HAM Bongkar Fakta Baru Kerangkeng Manusia Bupati Langkat, Korban Meninggal Bertambah

Akhirnya Komnas HAM Bongkar fakta baru kerangkeng manusia Bupati Langkat, korban meninggal bertambah

Ho/Tribunnews.com
Tahanan di kerangkeng manusia milik Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin diduga mendapat kekerasan fisik 

TRIBUNKALTIM.CO - Pro kontra mengenai kerangkeng manusia di rumah pribadi Bupati Langkat, Terbit Rencana Peranginangin, masih jadi perdebatan.

Terbaru, Komnas HAM turun langsung melakukan investigasi.

Hasilnya, Komnas HAM menemukan indikasi jumlah korban meninggal dalam kerangkeng manusia tersebut bertambah.

Semula, kerangkeng manusia menyerupai penjara tersebut disebut sebagai tempat rehabilitasi pecandu narkoba.

Namun, sejumlah fakta baru mengenai tindak kekerasan di kerangkeng manusia tersebut perlahan terbongkar.

Baca juga: 3 Sindiran Pedas Hasto PDIP untuk Anies Baswedan, Gub DKI Dibandingkan dengan Jokowi, Ahok & Djarot

Baca juga: Tewaskan 3 Prajurit, KKB Papua Numbuk Telenggen Tak Bisa Tidur Nyenyak, akan Diburu TNI Sampai Dapat

Baca juga: SIMAK PENGAKUAN Mengejutkan Keluarga Korban Meninggal di Kerangkeng Manusia Eks Bupati Langkat

Bahkan, ditemukan fakta adanya korban meninggal di dalam kerangkeng manusia tersebut.

Dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel berjudul Fakta Baru, Komnas HAM Temukan Tindak Kekerasan hingga Tewaskan Penghuni Kerangkeng Bupati Langkat, Komnas HAM temukan fakta baru adanya tindak kekerasan di dalam kerangkeng milik Bupati Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin.

Bahkan, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyebut ada lebih dari satu penghuni kerangkeng yang meregang nyawa.

"Yang berikutnya, (fakta) bagaimana kondisi di sana."

"Faktanya, kita temukan memang terjadi satu proses rehabilitasi yang cara melakukannya memang penuh dengan catatan kekerasan fisik sampai hilangnya nyawa," kata Anam dikutip dari Kompas.com, Minggu (30/1/2022).

Informasi tersebut disampaikan oleh Anam setelah sebelumnya dilakukan penelusuran terkait dengan bukti-buktinya.

Temuan itu juga telah disampaikan ke Kapolda Sumut.

Setelah melakukan pencocokan, ternyata data korban meninggal dunia yang didapat dari Komnas HAM dan Kapolda Sumut berbeda.

Oleh karena itu, Anam menduga korban meninggal dunia lebih dari satu orang.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved