Virus Corona di Bontang

Kasus Covid-19 Meningkat Sepekan Terakhir, Tim Satgas Bontang Pastikan Bukan Sebaran Virus Omicron

Tren kasus Covid-19 di Bontang yang belakangan nyaris meningkatkan tajam, dipastikan bukan persebaran jenis varian Omicron.

Penulis: Ismail Usman | Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Adi Permana, Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Bontang. Ia menyampaikan Tren kasus Covid-19 di Bontang yang belakangan nyaris meningkatkan tajam, dipastikan bukan persebaran jenis varian Omnicron. TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN 

TRIBUNKALTIM.CO BONTANG - Tren kasus Covid-19 di Bontang yang belakangan nyaris meningkatkan tajam, dipastikan bukan persebaran jenis varian Omicron.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Bontang, Adi Permana saat dikonfirmasi, Rabu (2/2/2022).

Adi Permana menegaskan jika tren kasus yang belakangan meningkat ini merupakan klaster perjalanan dari luar kota.

Sebab bagaimanapun, tingkat mobilitas di Bontang cukup tinggi lantaran aktivitas industri.

“Itu klaster luar kota. Karena mobilitas kita tinggi. Jadi bukan Omicron,” bebernya.

Baca juga: UPDATE Angka Covid-19 di Bontang, Tambah Satu Orang Positif, 10 Kasus Aktif dari Kelurahan Belimbing

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 Tambah 5 Orang di Bontang, 6 Kelurahan Masih Berstatus Zona Kuning

Sampel pasien yang dikirim beberapa waktu lalu hasilnya menunjukkan jenis varian virus Delta. Sehingga dapat disimpulkan, jika persebaran Covid-19 ini sisa dari jenis varian Delta.

“Ini sisa delta. Karena kan kita tahu persebaran delta ini cepat. Makanya cepat meluas setelah ada klaster dari luar daerah,” tuturnya.

Adi Permana mengemukakan, jika pihaknya masih terus mengirim sampel untuk memastikan agar tidak ada virus jenis Omicron yang menyebar di Bontang.

Diketahui, kasus persebaran virus corona jenis varian Omicron belakangan meningkat, khususnya di Ibu Kota Jakarta.

Varian Omicron ini memiliki level keparahan ringan dan tingkat perawatan di rumah sakit yang juga lebih rendah, dibandingkan varian Covid-19 sebelumnya. 

Baca juga: Bontang Naik Status PPKM Level 2, Satgas Perketat Prokes Kegiatan Warga hingga Perusahaan

Namun meski tingkat keparahan gejala tak seperti varian Covid-19 sebelumnya, faktor risiko kemampuan penyebaran yang tinggi ini tetap harus diwaspadai.

Gejala Omicron pada umumnya hampir serupa dengan flu, yakni batuk, hidung berair, tenggorokan sedikit sakit, juga demam. 

Gejala Omicron ini jauh lebih ringan dari gejala varian Delta yang lebih kompleks, seperti kehilangan indera penciuman, indera perasa, demam yang sangat tinggi, dan gangguan pencernaan.

Karena bergejala ringan layaknya flu, Omicron sering menyelinap menginfeksi tubuh seseorang tanpa seseorang itu tahu dirinya tengah terinfeksi Covid-19.

“Ada lagi kita kirim. Kita akan ngirim terus selama ada pasien Covid-19 yang memiliki gejala yang sama,” ucapnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved