Berita Nasional Terkini

Kemendikbud Nilai Pendidikan Tinggi dan Dunia Kerja Diibaratkan Tom and Jerry di Film Kartun

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia memberikan sikap terhadap perkembangan zaman sekarang,

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO
ILUSTRASI Anak-anak generasi muda penerus bangsa Indonesia. Kemendikbudristek tegaskan, Perguruan tinggi harus bisa menyesuaikan diri dan mencetak lulusan yang sesuai dengan kebutuhan zaman, Rabu (2/2/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia memberikan sikap terhadap perkembangan zaman sekarang dan mendatang, terkait dengan dunia pendidikan. 

Dalam pandangannya, Kemendikbudristek memberi gambaran tantangan di masa depan. 

Disampaikan melalui Plt. Dirjen Diktiristek Kemendikbudristek, Nizam kepada Tribunnews.com melalui press rilis pada Rabu (2/2/2022). 

Dijelaskan, dunia telah berkembang begitu cepat. Hal ini ditandai dengan ketergantungan pada teknologi.

Baca juga: Kemendikbudristek Dorong Seluruh Ekosistem Pendidikan Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan

Baca juga: Giat Dukung Pendidikan Vokasi, Yamaha Raih DUDI Awards dari Kemendikbudristek RI

Baca juga: Bantuan Kuota Internet Kemendikbud Diperpanjang Tapi Besarannya Dikurangi

Banyak pekerjaan yang kini digantikan oleh mesin.

Baik perguruan tinggi maupun industri tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang.

"Karena itu, sumber daya manusia unggul perlu kita siapkan bersama," katanya. 

Nizam menegaskan, saat ini perguruan tinggi dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman yang sangat dinamis.

Baca juga: Sebagai Calon IKN, Kemendikbudristek Berikan Perhatian Lebih untuk Sektor Pendidikan di PPU

Menurutnya, perguruan tinggi harus berani berubah dan meninggalkan zona nyamannya.

"Perguruan tinggi harus bisa menyesuaikan diri dan mencetak lulusan yang sesuai dengan kebutuhan zaman," ujar Nizam.

Menurut Nizam, meskipun kurikulum pendidikan tinggi selalu disesuaikan namun hal tersebut tidak relevan dengan perkembangan zaman yang bergerak cepat.

Hal ini lantaran kurikulum yang disesuaikan setiap lima tahun adalah hasil evaluasi untuk lima tahun sebelumnya, sedangkan lima tahun ke depan dunia sudah berubah.

"Jika dianalogikan, ini seperti kartun Tom and Jerry, antara dunia pendidikan tinggi dan dunia kerja selalu kejar-kejaran dan tidak pernah sesuai," ujarnya.

Nizam pun menyampaikan bahwa pilihan terbaik dalam menyiapkan lulusan yang sesuai dengan perkembangan zaman adalah melalui program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM).

Perguruan tinggi, dunia industri, dan pemerintah bersinergi dalam upaya menyambungkan pendidikan dengan berbagai aspek kehidupan di masyarakat melalui berbagai kegiatan hasil implementasi MBKM yang dapat dilakukan oleh mahasiswa.

"Dunia berkembang begitu cepat, banyak pekerjaan yang kini digantikan oleh mesin. Baik perguruan tinggi maupun industri tidak tahu apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Karena itu, SDM unggul perlu kita siapkan bersama," pungkas Nizam.

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kemendikbudristek: Banyak Pekerjaan yang Digantikan oleh Mesin

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved