Berita Nasional Terkini
4 Unit Seharga Rp 8,3 Miliar, Terkuak Jenis Mobil yang Dibeli Istana Kepresidenan
4 unit seharga Rp 8,3 miliar, terkuak jenis mobil yang dibeli Istana Kepresidenan
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Wahyu Triono
TRIBUNKALTIM.CO - Istana Kepresidenan menganggarkan Rp 8,3 miliar untuk membeli 4 unit mobil baru.
Jika dirata-ratakan, satu unit mobil yang akan dibeli berharga sekitar Rp 2 miliar lebih.
Dilansir dari Tribunnews.com, Istana Negara memastikan diri akan membeli 4 kendaraan baru untuk kebutuhan acara kenegaraan dalam waktu dekat dan sudah direncanakan sejak 2018.
Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan, pengadaan kendaraan baru untuk Istana tersebut sebanyak 4 buah berjenis sport utility vehicle (SUV) dan commuter menggunakan anggaran pengadaan tahun 2022.
Adapun jumlah kendaraan yang dilelang (dijual ke masyarakat) dalam rangka peremajaan pada 2021 sebanyak 36 unit.
"Jadi cuma beli 4, enggak 36 yang diganti, hanya punya anggaran untuk beli 4. Jadi cuma beli 4. Beli 4 aja," katanya, Selasa, (8/2/2022).
Baca juga: Gunakan APBN 2022, Istana Belanja Mobil Baru yang Harganya Fantastis, Setpres Beberkan Peruntukannya
Keempat mobil baru yang akan dibeli tersebut akan dialokasikan untuk kegiatan kenegaraan, misalnya untuk menyambut tamu tamu negara saat berkunjung ke Indonesia atau acara kenegaraan lainnya.
"Untuk tamu-tamu negara misalkan tamu, misalnya Jepang, Malaysia," tuturnya.
Heru enggan menyebutkan merk mobil yang dibeli untuk kegiatan kenegaraan tersebut. Hanya saja jenis mobil yang dibeli yakni SUV dan komuter.
"SUV dan komuter," tuturnya.
Sebelumnya Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono mengatakan bahwa pengadaan kendaraan baru di lingkungan Istana Kepresidenan dengan nilai Rp 8,3 miliar adalah untuk kegiatan kenegaraan dan tamu-tamu negara.
Pengadaan mobil baru tersebut sudah direncanakan sejak tahun 2018.
Baca juga: Bangun Istana Presiden di Lokasi Ibu Kota Baru Belum Dibuat April, Tahun Ini Groundbreaking
Menurutnya pengadaan mobil baru di lingkungan Istana Kepresidenan sudah melalui proses kajian secara mendalam yang disusun bersama-sama dengan Biro Umum, Kementerian Sekretariat Negara dan Sekretariat Wakil Presiden.
"Yang sudah disepakati proses pengadaan dilakukan secara bertahap mulai tahun 2019 sampai tahun 2024," katanya Selasa pagi.
Heru menjelaskan, pengadaan mobil tersebut dilakukan secara bertahap karena keterbatasan pagu yang dialokasikan oleh kementerian keuangan.
Oleh karenanya pengadaan mobil tersebut sudah direncanakan sejak awal.
Menurut Heru, beberapa unit kendaraan yang diadakan merupakan bagian peremajaan kendaraan yang telah dihapuskan pada tahun 2021.
Kendaraan ini juga untuk mendukung rangkaian kegiatan Tamu negara.
Ia menambahkan pengadaan mobil tersebut mengutamakan aspek efektifitas dan akuntabilitas serta transparansi anggaran. (*)