Berita Balikpapan Terkini

Dinilai Perlu Proaktif, Kemenag Balikpapan Bentuk Tim Lintas Sektoral untuk Atasi Pelecehan Seksual

Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, kasus pelecehan seksual menjadi sorotan di Balikpapan

The Olympians
Ilustrasi- Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, kasus pelecehan seksual menjadi sorotan di Balikpapan. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Dalam kurun waktu dua tahun terakhir, kasus pelecehan seksual menjadi sorotan di Balikpapan.

Pasalnya, dalam dua kasus terakhir, kasus pelecehan seksual itu dinilai memprihatinkan karena menyeret nama agama.

Dalam artian, agama menjadi tameng tipu muslihat.

Maka dari itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan, Iwan Wahyudi menekankan agar Kemenag Balikpapan dapat proaktif untuk mendata pondok pesantren yang berada di Balikpapan.

Sehingga pada gilirannya, menurut Iwan, dapat dipantau untuk menjamin keberlangsungan proses belajar-mengajar yang kondusif.

"Saya yakin kalau kemudian pondok pesantren atau rumah tahfiz itu terdata di Kementerian Agama pasti akan terbina lah ya, terkontrol begitu," ujar Iwan, Kamis (10/2/2022).

Baca juga: Cegah Pelecehan Seksual, DPR RI Didesak Segera Sahkan RUU TPKS

Baca juga: Oknum Dosen Unesa Diduga Lakukan Pelecehan Seksual, Korban Dicium Saat Bimbingan Skripsi

Baca juga: Tiga Pelajar SMK di Tangerang Jadi Korban Pelecehan Seksual Oknum Honorer Kelurahan Saat PKL

Disamping itu, ia berharap, Kemenag Balikpapan mulai aktif untuk memberi sosialisasi kepada masyarakat, khususnya orangtua.

Mengingat kondisi pandemi dan metode belajar yang bergeser, tak menutup kemungkinan orangtua akan menempatkan sang anak di pondok pesantren.

"Kita menyadari, karena belajar sistem online, orangtua merasa cukup keteteran, Dengan adanya pondok pesanten ini menjadi alternatif, memang ada indikasi akan lebih nyaman menitipkan ke pondok pesantren," terang Iwan.

Sementara itu, Kasi Haji Kemenag Balikpapan, Suharto Baijuri, mewakili Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren menjelaskan bahwa ada 31 pondok pesantren yang terdata hingga hari ini.

Disamping itu, pihaknya sudah menyiapkan langkah menyikapi kasus pelecehan seksual di pondok pesantren.

Kini, pihaknya tengah membentuk tim gabungan yang terdiri dari berbagai instansi keagamaan.

Selain dari Kemenag Balikpapan sendiri, juga melibatkan kelompok perlindungan anak, Camat, Lurah, penyuluh agama seperti Majelis Ulama Indonesia dan ormas keislaman.

Baca juga: Marak Kasus Pelecehan Anak, TRC-PPA Kaltim Nilai Aturan Soal Kebiri terhadap Pelaku Masih Lemah

"Tujuannya pengawasan dan pembinaan kepada pondok gitu dan rumah tahfiz yg ada di Balikpapan. Sama-sama kita turun satu tim," cetusnya.

"Apabila terjadi pelanggaran yang tdk diinginkan maka dia akan di blacklist atau di tutup kembali," pungkas Suharto. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved