Virus Corona di Kaltim

Aturan Pembelajaran Tatap Muka 60 Persen Digodok Pemprov Kaltim, Melihat Kondisi Siswa

Aturan pembelajaran tatap muka (PTM) 60 persen di Provinsi Kalimantan Timur tengah digodok.

Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD FAIROUSSANIY
Kepala Biro Adpim Setdaprov Kaltim, HM Syafranuddin, menyatakan, aturan pembelajaran tatap muka (PTM) 60 persen di Provinsi Kalimantan Timur tengah digodok. Tentunya kebijakan ini diambil ditengah perkembangan Covid-19. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Aturan pembelajaran tatap muka (PTM) 60 persen di Provinsi Kalimantan Timur tengah digodok.

Tentunya kebijakan ini diambil ditengah perkembangan Covid-19 yang mengalami peningkatan di 10 Kabupaten dan Kota.

Pemprov Kalimantan Timur menyarankan sekolah agar menerapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 60 persen.

"Kasus positif terpapar Covid-19 hari ini saja mencapai 358 kasus, hampir seluruh Kabupaten dan Kota status zona merah," ungkap Kepala Biro Adpim Setdaprov Kaltim HM Syafranuddin, Jumat (11/2/2022) malam.

Baca juga: UPDATE Virus Corona di Kaltim, Ada 62 Sampel Kemungkinan Varian Omicron

Baca juga: Pakar Epidemiologi Prediksi soal Momen Menurunnya Kasus Covid-19 Varian Omicron

Baca juga: Dinkes Kaltim Beber Alasan Kasus Covid-19 Melonjak Tembus Sampai 400 Pasien Positif

Ditambahkan Ivan, sapaan akrab Syafranuddin, bahwa surat edaran PTM 60 persen masih dalam tahap proses. 

Meski belum diterbitkan, satuan pendidikan binaan Pemprov Kaltim, mulai dari SMA, SMK dan SLB diimbau tetap waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan.

Pemerintah di seluruh Kabupaten dan Kota agar bisa menyesuaikan dengan kondisi di daerah masing-masing

"Tentunya, kita bersama-sama menjaga agar Covid-19 tidak meningkat setiap harinya," tegas Juru Bicara Gubernur Kaltim ini.

Baca juga: Satgas Covid-19 Kaltim Lakukan Upaya Minimalisir Penularan Varian Omicron

Sementara itu pantauan Tribunkaltim.co adanya penambahan kasus siswa terkonfirmasi positif di beberapa daerah Kaltim juga terjadi di Ibu Kota Benua Etam.

Dimana Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) dan SMA Negeri 3 yang terletak di Kota Samarinda, ditemukan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 serta menjadi penyumbang kasus terkonfirmasi positif.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Anwar Sanusi menyebut bahwa pemantauan terus dilakukan sembari menunggu keputusan dari Gubernur Kaltim.

Sementara ini PTM masih mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani empat menteri, dimana itu sebagai acuan diseluruh Kabupaten dan Kota.

"Langkah selanjutnya Ketua Gugus Tugas Percepatan Pananganan Covid-19 (Gubernur Kaltim) akan memutuskan, PTM tetap berlanjut atau kembali pembelajaran daring," tandasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. 

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved