Gaya Hidup

Cara Mengurangi Kurangi Sampah Plastik di Balikpapan, Bawa Tas Belanja dan Tumbler Sendiri

Tanggal 21 Februari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di tanah air.

Penulis: Niken Dwi Sitoningrum | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM
Demi mengurangi sampah, Ine Nisrina Nurfauzi selalu membawa tas belanja, tumbler, dan kotak makan sendiri setiap kali pergi ke luar rumah. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Tanggal 21 Februari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) di tanah air.

Tahun ini, HPSN memasuki usia peringatan ke-17 sejak ditetapkan pertama kali pada 2005 silam.

Terkait dengan kepedulian kita terhadap pembuangan sampah yang semakin masif, adakah upaya dalam diri sendiri untuk mengurangi limbah rumah tangga/sampah?

Keresahan Ine Nisrina Nurfauzi (24), warga Balikpapan, berawal dari kesehariannya mengonsumsi plastik berlebih yang seketika terpikirkan kemana sampah konsumsi pribadinya itu akan berakhir.

Baca juga: Memang Praktis dan Murah Tetapi ini Bahayanya Gunakan Kantong Plastik Buat Bungkus Makanan

Baca juga: Hantu Banyu Bersihkan Drainase di Samarinda, Banyak Sampah Plastik Berdampak Banjir

Baca juga: Aplikasi Penghasil Uang Plasticpay, Bisa Dapat Cuan dengan Modal Sampah Plastik

Hal itu dirasakan sejak mulai masuk dunia perkuliahan pada awal 2015.

"Awal mulanya sih dari awal 2015, pas baru masuk kuliah itu sudah mulai banyak kampanye-kampanye go green gitu kan, terus kayak tersadar saja gitu," ujar ibu muda ini.

Ine menceritakan saat masih duduk di bangku SMA dan tinggal di asrama. Saat itu ia mengonsumsi air mineral botolan.

“Habis terkumpul sampahnya lumayan banyak, mikir 'Ini sampahnya dikemanain ya?'," tambahnya.

Setelah duduk di semester awal bangku perkuliahan, ia merasakan kampanye menyoal plastik yang sulit terurai di lingkungan ini pun semakin gencar terjadi di kalangan masyarakat baik itu di luar negeri maupun di dalam negeri.

"Udah mulai kuliah dan mulai banyak campaign kayak gini akhirnya membuat aku aware terhadap lingkungan dan peduli sama sampah plastik yang aku konsumsi pribadi," terangnya.

Dari situ pola pikirnya mulai terbentuk dan menggunakan tumbler dan tempat makan jika ke kampus. Kemana-mana ia selalu membawa dua peralatan itu.

Hal tersebut kemudian didukung Pemkot Balikpapan melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2019 tentang Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai dan Peraturan Wali Kota Balikpapan Nomor 28 Tahun 2019 tentang Larangan Pengguna Plastik Sekali Pakai dan Plastik Kemasan Seperti Sedotan, Styrofoam di Kawasan Wisata.

"Akhirnya aku sempat lega ketika Pemkot Balikpapan support untuk pengurangan sampah plastik dengan larangan penggunaan plastik di supermarket atau minimarket seperti itu," katanya.

Selain itu, bergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) membuat Ine semakin getol menyuarakan green campaign yang dimulai dari diri sendiri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved