Berita Balikpapan Terkini

Kisah Warga Balikpapan Jalankan Gaya Hidup Ramah Bumi, Kumpulkan Limbah B3

Langkah kecil menjaga kebersihan Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur dalam mengurangi pencemaran sampah plastik,

Penulis: Niken Dwi Sitoningrum | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NIKEN DWI SITONINGRUM
Demi mengurangi sampah, Ine Nisrina Nurfauzi selalu membawa tas belanja, tumbler, dan kotak makan sendiri setiap kali pergi ke luar rumah. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Langkah kecil menjaga kebersihan Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur dalam mengurangi pencemaran sampah plastik, upaya dan daya yang dilakukan bisa mengumpulkan limbah B3.

Hal ini sebagaimana yang dilakukan oleh Ine Nisrina Nurfauzi (24) yang mengungkapkan saat bersua dengan TribunKaltim.co.

Selain pemilahan sampah organik dan anorganik, Ine mengaku juga sedang mengumpulkan Limbah B3 seperti bekas baterai dan alat elektronik lainnya yang ternyata memang lebih berbahaya daripada sampah plastik.

Contohnya baterai itu ada zat merkuri di dalamnya, semisal zat itu tercampur sama limbah organik itu akan keluar dan bukan hanya lingkungannya yang tercemar.

Baca juga: Hasil Kerja Pansus III DPRD Samarinda Sudah Paripurna, Kelola Limbah B3 Akan Diatur Dalam Raperda

Baca juga: Antisipasi Penumpukan Limbah B3 di Balikpapan, DLH Buat Depo Penyimpanan

Baca juga: Cara Mengurangi Kurangi Sampah Plastik di Balikpapan, Bawa Tas Belanja dan Tumbler Sendiri

"Tetapi petugas sampah yang kontak langsung dengan merkuri itu akan menimbulkan permasalahan kesehatan," terangnya.

"Bisa jadi penyakit karena bisa masuk ke kulit dan pembuluh darah," lanjutnya.

Mengenai green campaign yang ia suarakan, ia menyampaikan campaign sebelumnya sudah berhasil mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang keluar dari minimarket atau supermarket.

Namun demikian, ia merasa pemerintah harus mulai menggencarkan kembali hal tersebut di ranah pasar tradisional.

Baca juga: 10 Februari Muncul Perda, Pedagang Kantong Plastik di Pasar Sepinggan Balikpapan Kurangi Stok Jualan

"Targetnya sekarang kayaknya harus dimulai ke pedagang di pasar tradisional, soalnya kadang aku sudah bawa tas sendiri tapi mereka masih memberikan kemasan plastik untuk dibawa pulang," jelasnya.

Kepada masyarakat umum, Ine berharap dapat memulai untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari.

"Ya, bisa dimulai dari diri sendiri sih semuanya itu. Dampak dari hal-hal tersebut itu sudah dapat dirasakan di seluruh dunia, perubahan iklim dan lain-lain," tambahnya.

Tak perlu dengan langkah besar, dimulai dari diri sendiri saja hal tersebut dapat membawa perubahan besar.

"Di peringatan Hari Sampah Nasional ini juga kita dapat berkaca pada kejadian yang bahkan dapat menyebabkan ledakan gas metan di Leuwigajah, Cimahi pada hari yang sama beberapa tahun silam," pungkasnya.

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved