Ciptakan Kreasi Baru, Dekranasda dan DKUMKMP Balikpapan Gelar Lomba Motif Batik 'Kombinasi Klubut'

Upaya untuk menciptakan kreasi yang baru terus dilakukan Pemerintah Kota Balikpapan, salah satunya motif batik.

Editor: Diah Anggraeni
HO
Dekranasda bersama DKUMKMP Kota Balikpapan saat menggelar lomba batik motif khas kota bertajuk "Kombinasi Klubut". 

Kata Edo, sampai saat ini branding merek Pemkot Balikpapan ada 15, yang memiliki sertifikat hak cipta dan kalau dalam lomba ini ada tambahan enam lagi, sehingga menjadi 21 yang sudah ada hak ciptanya.

"Jika dulu tema lomba dibebaskan dari sisi flora dan faunanya saja, tapi kalau sekarang ini Ketua Dekranasda pingin mengembangkan dengan motif klubut yang dikembangkan, karena kita punya ciri khas karakteristik tanaman di Balikpapan ada klubut, karamunting, mangrove,” terangnya.

“Tinggal kreasi dari teman-teman pengrajin untuk mengembangkan dari motif klubut tersebut,” akunya.

Apalagi juri juga sudah menyampaikan terkait dengan motif ada karakteristik filosofi yang tidak bisa dilepaskan, walaupun ada beberapa masih kurang sempurna.

Namun hal itu masih bisa dimaklumilah terutama di motif Kaltimnya, karena tetap tidak lepas dari motif Balikpapan.

Baca juga: Kadin Dorong Kerjasama dengan Pemkot Balikpapan, Ingin UMKM Tembus Pasar Global

Kata Edo, lomba motif batik ini ada hubungan dalam hal peningkatan ekomoni masyarakat.

Menurutnya jika mempunyai motif Balikpapan, maka akan membuat produk kain batik Balikpapan, artinya ada pengrajin motif Balikpapan yang akan rajin membuat batik.

Jika semua diwajibkan berdasarkan Perwali Nomor 15 Tahun 2016 tentang pemanfaatan penggunaan batik motif Balikpapan, maka setiap orang atau setiap ASN itu wajib punya motif Balikpapan.

Dengan demikian, kalau ASN ada 6 ribu orang berarti 6 ribu pegawai itu semua miliki baju batik, artinya akan tumbuh penjahit, orang yang buat motif batik, pedagang.

"Saat ini perajin batik di Kota Balikpapan ada 10, kita tentu berharap nanti diterapkan di semua stakeholder terutama di Pemkot apalagi dengan adanya Perwali, begitu juga dengan seragam sekolah sudah wajib dengan batik motif Balikpapan,” tutur Edo.

Baca juga: Pemkot Balikpapan Jalin Kerjasama dengan Sulawesi Barat, Lirik Potensi Wisata Pulau Balabalagan

Meski begitu dalam pemasaran batik tentu ada kendala yang dihadapi, yakni pada pemasaran dan konsisten cinta produk lokal sehingga pihaknya akan banyak lakukan publikasi terkait dengan batik Balikpapan ini supaya orang rajin pakai batik dulu.

"Pemasaran kita lebih banyak lakukan terutama yang digital. Lita juga kerja sama dengan marketplace online salah satunya dengan Kantor Pelelangan Negara, sehingga membranding dan mempublikasikan prodak itu jadi satu keharusan bagi kami dan bagi pelaku UMKM. Walaupun demkian, kita sudah punya ada tiga perajin yang hasil batiknya ini sudah masuk go national," tutupnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved