Berita Balikpapan Terkini

Soal Polemik Pengeras Suara di Masjid, Kemenag Balikpapan Sebut Bukan Melarang, tapi Atur Penggunaan

Surat Edaran Menteri Agama terkait penggunaan pengeras suara pada masjid dan musala memancing pro dan kontra di tengah masyarakat.

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Balikpapan, HA Johan Marpaung. Ia menegaskan, aturan ini bukanlah larangan penggunaan pengeras suara, tetapi mengatur penggunaannya, seperti volume maksimal, waktu penggunaan hingga muazin yang mengumandangkan azan. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Surat Edaran Menteri Agama terkait penggunaan pengeras suara pada masjid dan musala memancing pro dan kontra di tengah masyarakat.

Kepala Kantor Kemenag Balikpapan, HA Johan Marpaung mengemukakan, pro dan kontra di tengah masyarakat merupakan hal yang lumrah, apalagi dengan aturan baru.

“Tidak ada masalah jika ada kelompok yang menolak. Yang mesti dipahami, niatan Menteri Agama adalah mengatur, bukan melarang dan ini baik,” ujarnya, Sabtu (26/2/2022).

Ke depan, Kemenag Kota Balikpapan juga akan melakukan sosialisasi secara bertahap, baik kepada pengurus masjid dan musala, maupun ormas Islam yang ada di Kota Balikpapan.

Johan Marpaung meyakini, dengan adanya ruang dialog, pro kontra ini bisa menemui titik temu.

Baca juga: Wakil Ketua DPRD Samarinda Sebut Ratusan Tahun Tak Pernah Ada Gesekan karena Pengeras Suara Masjid

Baca juga: Sosialisasi Aturan Pakai Pengeras Suara di Masjid, Kemenag Kaltim Minta Sampaikan dengan Santun

“Perlahan pasti teman-teman paham, bahwa niatan Kementerian Agama ini baik. Jadi jangan sampai salah paham,” bebernya.

Adanya SE Kemenag, lanjut Johan Marpaung, memang tak lepas dari aduan sejumlah masyarakat yang merasa penggunaan pengeras suara perlu diatur. Hal ini juga terjadi di Balikpapan. 

Beberapa kali Kemenag menerima surat dari masyarakat yang ingin ada pengaturan penggunaan pengeras suara di masjid dan musala.

“Di Balikpapan ada yang masuk laporan soal penggunaan pengeras suara. Di pusat pastinya juga ada sehingga akhirnya muncul SE ini, oleh karena itu memang perlu diatur,” bebernya.

Johan Marpaung menegaskan, aturan ini bukanlah larangan penggunaan pengeras suara, akan tetapi mengatur penggunaannya, seperti volume maksimal, waktu penggunaan, hingga muazin yang mengumandangkan azan.

Baca juga: Soal Penggunaan Pengeras Suara di Masjid, Kemenag Kaltim Sudah Sampaikan ke Seluruh Kabupaten/Kota

“Pemerintah hanya mengatur supaya suara yang muncul itu merdu dan indah, sehingga yang mendengarkan juga merasa nyaman,” tutur dia.

Di Balikpapan, dari sekitar 500-an masjid, Johan Marpaung mengatakan sudah ada masjid yang menerapkan SE Menag ini.

Dalam artian, sebelum SE keluar, pengurus masjid secara sadar dan sukarela sudah mengatur penggunaan pengeras suaranya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved