Rabu, 22 April 2026

Virus Corona di Balikpapan

Kasus Covid-19 Balikpapan Naik, DPRD Belum Terima Petunjuk Refocusing Anggaran

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan belum menerima petunjuk terkait refocusing anggaran APBD 2022

TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Balikpapan, Subari. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan belum menerima petunjuk terkait refocusing anggaran APBD 2022.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Subari mengatakan, sampai saat ini, pihaknya masih menunggu arahan dari pemerintah pusat terkait hal tersebut.

"Belum ada arahan dari Pemerintah Pusat. Memang untuk dari tahun 2020 dan tahun 2021 kita ada mengalokasikan anggaran untuk Covid-19," katanya, Senin (28/2/2022).

Tak dipungkiri, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Balikpapan Tahun 2022, masih dibayangi pemotongan atau refocusing anggaran penanggulangan Covid-19.

Baca juga: Pasien Sembuh Meningkat Dibanding Kasus Positif, Jubir Covid-19 Kalimantan Timur: Jangan Lengah!

Baca juga: 2 Pekan ke Depan Kasus Covid-19 Diprediksi Turun, Jogja Hingga Kaltim Masih Alami Peningkatan

Baca juga: UPDATE Covid-19 Kaltim, Minggu 27 Februari 2022, Pasien Sembuh Lebih Tinggi dari Kasus Positif

Berdasarkan laporan Satgas Covid-19 Kota Balikpapan, terjadi lonjakan yang cukup signifikan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19.

Adapun angka terkonfirmasi positif covid-19 di Balikpapan, untuk angka tertinggi terjadi pada 23 Februari sebanyak 980 kasus.

Namun dua hari kemudian jumlah terkonfirmasi positif terus menurun.

Kondisi ini mendudukkan kembali status Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Balikpapan ke level 3, dengan status zona merah.

"Karena memang saat itu (2020 dan 2021) penyebaran Covid-19 di sejumlah daerah termasuk di Kota Balikpapan sangat luar biasa," ujar Subari.

Menurut Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, meski terjadi lonjakan yang cukup tinggi dalam beberapa pekan, namun tingkat ancaman yang ditimbulkan berbeda dengan sebelumnya.

Baca juga: Update Vaksinasi Covid-19 Kutai Timur, Senin 28 Februari 2022, Dosis Pertama Sudah 93,76 Persen

Ia menilai varian omicron tidak seberapa begitu berbahaya, sehingga masyarakat tidak perlu panik dalam menghadapi lonjakan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 yang terjadi.

"Berbeda dengan kondisi sekarang, ada lonjakan kasus yang tinggi tapi ancaman tingkat bahayanya tidak seperti tahun lalu,” tandasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved