Ekonomi dan Bisnis

Efek Harga Gas LPG Non Subsidi Naik, Banyak Warga Kalteng Incar Tabung 3 Kg, Cepat Ludes

Gas LPG non subsidi belakangan ini naik harga tinggi, membuat sebagian masyarakat protes, sebab memberatkan di tengah situasi sedang sulit

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTENG.COM
Pangkalan gas elpiji 3 Kg di Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah, mengaku cepat habis, banyak diburu warga yang tidak seperti biasanya, Rabu (2/3/2022). Naiknya harga elpiji nonsubsidi 5 kg dan 12 kg, menyebabkan sebagian masyarakat beralih ke elpiji subsidi 3 kg karena harganya masih tidak mengalami kenaikan. 

TRIBUNKALTIM.CO, PALANGKARAYA - Gas LPG Non Subsidi belakangan ini naik harga tinggi, membuat sebagian masyarakat protes, sebab memberatkan di tengah situasi sedang sulit, diterpa pandemi Covid-19

Gas non subsidi seperti Bright Gas pink ukuran 5,5 Kg, harganya meroket, dari harga Rp 74 ribu menjadi Rp 82 Ribu. 

Kemudian sekarang naik lagi di angka harga sekitar Rp 94.000. Biasa yang memakai gas non subsidi merasa keberatan. 

Naiknya harga elpiji nonsubsidi 5 kg dan 12 kg, menyebabkan sebagian masyarakat beralih ke elpiji subsidi 3 kg karena harganya masih tidak mengalami kenaikan.

Baca juga: Harga Bright Gas Naik Sekitar Rp 15.500, Bagimana dengan Kondisi untuk Ukuran Gas Melon

Baca juga: Harga Terbaru LPG Non Subsidi Bright Gas 5,5 Kg di Kalimantan Timur Rp 94.000

Baca juga: Pangkalan Diminta tak Nakal, Pemkab Nunukan 2 Kali Ajukan Permohonan HET Gas Elpiji 3 Kg Rp 20 Ribu

Hal tersebut disampaikan Yadi (54) pemilik pangkalan LPG 3 kg di Jalan Junjung Buih, Palangkaraya, Rabu (2/3/2022) kepada Tribunkalteng.com.

Harga eceran elpiji 5 kg dan 12 kg terpantau naik pada hari Minggu kemarin.

Di beberapa pangkalan menjual elpiji 5 kg seharga Rp 100 ribu sedangkan elpiji 12 kg dengan harga Rp 210 ribu.

Kenaikan elpiji nonsubsidi eceran tersebut naik hingga Rp 22 ribu mengacu harga sebelumnya, dimana harga elpiji nonsubsidi subsidi 5 kg awalnya Rp 85 ribu dan 12 kg Rp 170an ribu.

Baca juga: Warga Kaget Harga Gas Non Subsidi Naik Tinggi: Tolong Pemerintah Memperhatikan Hal Ini

"Masyarakat banyak beralih dari elpiji nonsubsidi subsidi 5 kg dan 12 kg ke elpiji subsidi 3 kg," kata Yadi.

Melonjaknya masyarakat yang beralih ke elpiji 3 kg menyebabkan kerap terjadinya kekosongan stok elpiji, yang sering disebut masyarakat elpiji melon karena bewarna hijau.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved