Berita Berau Terkini

Jaringan Internet Belum Masuk Kampung Pesayan, Murid Ikut PJJ Harus Naik Bukit untuk Dapatkan Sinyal

Kampung Pesayan di Kecamatan Sambaliung masih menjadi salah satu kampung yang berada dalam titik blank spot, kendati setiap tahunnya perangkat kampung

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI
Kampung Pesayan belum memiliki jaringan internet yang memadai. TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEBKampung Pesayan di Kecamatan Sambaliung masih menjadi salah satu kampung yang berada dalam titik blank spot, kendati setiap tahunnya perangkat kampung telah mengusulkan pengadaan jaringan internet dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Kepala Kampung Pesayan, Rahmansyah menuturkan, selain pengusulan melalui Musrenbang, pihaknya juga telah beberapa kali menemui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Susila Harjaka untuk langsung menyampaikan keinginan warganya.

“Beliau minta surat permohonan, saya buatkan. Tahun kemarin saya datang lagi, kemudian tim dari Kominfo meninjau ke lokasi, setelah itu pak Kadis sampaikan lagi, anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan perangkat agar internet bisa masuk ke kampung bisa mencapai Rp 200 juta.

Setelah itu saya bilang, kalau anggarannya ada di kampung, saya tidak akan datang ke Diskominfo,” jelasnya kepada TribunKaltim.co, Kamis (3/3/2022).

Lebih lanjut ia menjelaskan, hingga saat ini banyak masih banyak siswa jika ingin melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ) harus naik ke atas gunung atau tempat tinggi lainnya untuk mencari sinyal.

Baca juga: Jaringan Internet di Kubar Gangguan Lagi, Pedagang Online Kesal

Baca juga: Jaringan Internet di Kubar Mulai Normal, Pelaksanaan SKD CPNS Hari Terakhir Berjalan Lancar

Mengingat mayoritas wilayah di Kampung Pesayan masih berada di titik blank spot, bahkan di RT 7 sama sekali tidak ada jaringan internet padahal di situ ada satu sekolah.

“Jumlah sekolah di kampung kami ada lima, terdiri dari 2 Sekolah Dasar, 2 Sekolah Menengah Pertama dan satu SMA,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk jalannya roda pemerintahan kampung pun juga terhambat, karena saat ini laporan menggunakan sistem online.

Rahmansyah mengatakan, staf kampung harus berjalan menuju kawasan KM 4 Mangkajang untuk mendapatkan jaringan yang mencukupi.

“Jadi petugas harus ke jalan poros dulu untuk menginput data, karena susah jika dilakukan di kantor,” ucapnya.

Dia menilai, Kampung Pesayang cukup terbelakang dibandingkan dengan kampung lainnya jika dilihat dari sisi ketersediaan jaringan internet.

Baca juga: Antisipasi Jaringan Internet Terganggu Saat SKB CPNS Kaltara, BKD Siapkan Berbagai Hal

Padahal masalah internet merupakan usulan prioritas yang disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten.

“Tiap tahun sudah disampaikan tapi sampai sekarang belum terelisasi. Menurut saya lebih baik menarik diri dari kategori desa berkembang menjadi desa tertinggal dalam Indeks Desa Membangun (IDM),” tuturnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved